Dasar Ilmu Mesin Bubut

13 Dasar Praktek Mesin Bubut – adalah sistem menjalankan beragam jenis pembubutan yang dikerjakan dengan menerapkan prosedur yang diperbaiki teori penunjangnya. Selain itu, harus disertai dengan pengaplikasian kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan (K3L) ketika menjalankan pembubutan. Banyak teknik pembubutan yang wajib diterapkan dalam prakteknya harus dilaksanakan dengan disiplin dan bertahap.

13 Dasar Praktek Mesin Bubut

13 poin dasar praktek mesin bubut diantaranya adalah :

  • Pemasangan Pahat Bubut
  • Pembubutan Permukaan Benda Kerja (Facing)
  • Pembuatan Lubang Senter
  • Teknik membubut Lurus
  • Teknik membubut Tirus (Taper)
  • Grooving membubut alur
  • Pembubutan Bentuk Pemotongan (Cutting Off)
  • Pembubutan Ulir
  • Pengeboran
  • Pembubutan Diameter Dalam (Borring)
  • Pengkartelan
  • Penerapan K3L Pada Pembubutan

Pemasangan Pahat Bubut

Syarat utama dalam menjalankan proses pembubutan yaitu pemasangan pahat bubut ketinggiannya harus sama dengan pusat senter. Syarat tersebut harus dikerjakan dengan tujuan supaya tidak terjadi perubahan geometri pada pahat bubut yang sedang dipakai. Perubahan geometri yang terjadi pada pahat dapat mengubah besarnya sudut bebas potong dan sudut buang tatalnya. Sehingga akan berdampak pada hasil pembubutan menjadi kurang optimal.

Pada teknik pembubutan permukaan atau facing, jika pemasangan pahat bubutnya dibawah sumbu senter akan mengakibatkan permukaaannya tidak menjadi rata. Selain itu, jika pemasangan pahat bubutnya diatas senter akan mengakibatkan pahat tidak memotong dengan baik sebab sudut bebasnya bertambah kecil. Pengaruh lain dampak dari pemasangan pahat bubut tidak setinggi sumbu senter sudah dijelaskan pada materi sebelumnya.

Pemasangan Pahat Bubut

Untuk menghindari terjadinya perubahan ketinggian pahat bubut setelah dilakukan pemasangan, saat mengerjakan pengikatan harus kuat dan kokoh, selain itu untuk menghindari terjadinya getaran dan patahnya pahat akibat dari beban gaya yang diterima terlalu besar, oleh sebab itu pemasangan pahat tidak boleh terlalu tampak keluar atau terlalu panjang keluar dari dudukannya (maksimal dua kali persegiannya).

Pembubutan Permukaan Benda Kerja (Facing)

Membubut permukaan benda kerja yaitu teknik pembubutan pada permukaan ujung benda kerja dengan tujuan meratakan pada bidang permukaannya. Ada beberapa persyaratan yang patut dilaksanakan saat membubut permukaan diantarannya ialah :

Pemasangan Benda Kerja

Pemasangan benda kerja yang memiliki ukuran tidak terlalu panjang tidak boleh terlalu keluar atau terlalu nampak dari permukaan rahang cekam. Hal ini dikerjakan agar benda kerja kokoh dan tidak terjadi getaran yang disebabkan karena tumpuan benda kerja terlalu jauh. Benda kerja yang memiliki ukuran relatif panjang dan tidak mungkin dipotong-potong dahulu, maka saat membubut harus ditahan dengan steady rest.

Teknik Pembubutan Permukaan Benda Kerja (Facing)

Pemasangan Benda Kerja Sebelum Facing di Mesin Bubut
Pemasangan Benda Kerja Sebelum Facing di Mesin Bubut

Prinsip terjadinya pemotongan pada teknik pembubutan ialah, jika putaran benda kerja berlawanan arah dengan gerakan mata sayat alat potongnya. Oleh sebab itu berdasarkan hal yang demikian, pada teknik pembubutan permukaan benda kerja dapat dikerjakan dengan beragam cara yaitu :

  • Posisi start pahat bubut dari sumbu senter benda kerja. Pembubutan facing ini dikerjakan dengan arah putaran berlawanan arah jarum jam.
  • Posisi start pahat dari luar bagian kiri benda kerja. Pembubutan facing ini dikerjakan dengan catatan arah putaran berlawanan arah jarum jam.
  • Posisi start pahat bubut dari luar bagian kanan benda kerja. Pembubutan facing dengan metode ini dikerjakan dengan catatan arah putaran mesin searah jarum jam.
"Jasa Bubut CNC"
Bengkel Bubut Terpercaya

Pembuatan Lubang Senter

Pembuatan lubang senter bor dilakukan dengan bor senter (centre drill) pada permukaan ujung benda kerja. Tujuannya ialah agar pada ujung benda kerja memiliki dudukan jika membutuhkan dukungan senter putar atau sebagai pengarah sebelum mengerjakan pengeboran. Untuk menghindari terjadinya patah pada ujung mata sayat bor senter, ada syarat ketika membuat lubang senter pada mesin bubut yaitu :

  • Sumbu Senter Spindel Mesin Harus Satu Sumbu Dengan Kepala Lepas. Sumbu senter kepala lepas harus diseting kelurusannya dahulu dengan sumbu senter spindle mesin yang berfungsi sebagai dudukan benda kerja. Jika kedua sumbu senter tidak lurus, kemungkinan akan terjadi patah pada ujung senter bor lebih besar. Hal ini karena pada saat bor senter digunakan akan mendapat beban gaya puntir yang tidak sepusat.
  • Permukaan harus benar-benar rata. Hal ini dilakukan agar senter bor saat pemakanan awal menyentuh permukaan benda kerja tidak mendapat beban kejut. Selain itu, gaya puntir yang diterima agar merata.
  • Putaran Mesin Harus Sesuai Ketentuan. Penentuan putaran mesin saat pembuatan lubang senter yang dijadikan acuan dasar perhitungan ialah diameter terkecil (D1) pada ujung mata sayatnya. Sedangkan, pada kedalaman lubang senter bor tidak ada ketetapan baku yaitu tergantung diaplikasikan untuk apa. Apakah kedalaman tersebut sebagai pengarah pengeboran atau dudukan ujung senter putar yang berguna menahan benda kerja saat melakukan pembubutan. Demi mengakomodasi teknik tersebut, kedalaman lubang senter dibuat antara 1/3 hingga 2/3 pada bagian tirus yang besar sudutnya 60 derajat.

Teknik Membubut Lurus

Pembubutan Lurus ialah teknik pembubutan untuk menghasilkan permukaan yang lurus dengan diameter yang sama antara ujung satu dengan ujung lainnya. Teknik membubut ini memiliki beberapa cara pemegangan atau pengikatannya yaitu tergantung dari ukuran panjangnya benda kerja.

Pengikatan benda kerja yang berukuran relatif pendek, dapat dikerjakan dengan cara langsung diikat menggunakan cekam mesin. Pengikatan benda kerja yang berukuran relatif panjang, pada bagian ujung yang tampak keluar ditahan dengan senter putar. Sedangkan pengikatan benda kerja yang berukuran relatif panjang yang dikhawatirkan akan terjadi getaran pada bagian tengahnya, harus ditahan dengan penahan
benda kerja/steady ress.

Ketiga teknik pengikatan tersebut, ialah teknik pembubutan lurus yang tidak dituntut kesepusatan dan kesejajaran diameternya dengan kedua lubang senter bornya. Jika pada diameter yang dituntut harus sepusat dengan kedua lubang senter bornya, maka pengikatannnya dilakukan dengan teknik diantara dua sentar. Untuk memperoleh hasil pembubutan lurus, pastikan bahwa sumbu senter kepala lepas harus benar-benar sepusat dengan sumbu senter spindel mesin. Jika tidak, hasil pembubutannya akan menjadi tirus atau tidak lurus.

Teknik Membubut (Taper)

Teknik pembubutan tirus pada dasarnya sama dengan teknik pembubutan lurus. Membubut tirus adalah pemotongan jika putaran mesin berlawanan arah dengan mata sayat pahat bubutnya. Hal yang menjadi perbedaan ialah dalam mengerjakan pemotongan gerakan pahatnya yang diatur mengikuti sudut ketirusan yang diinginkan.

Pembubutan tirus dapat dikerjakan dengan berbagai macam cara diantaranya untuk pembubutan tirus yang pendek ukuran panjangnya dengan membentuk pahat bubut. Kedua, pembubutan tirus yang ukuran panjangnya sedang dengan menggeser eretan atas. Ketiga, untuk pembubutan tirus bagian luar yang relatif panjang ukurannya dengan menggeser kedudukan kepala lepas. Keempat, untuk pembubutan tirus bagian luar atau dalam yang relatif panjang ukurannya dengan mengaplikasikan peralatan taper attachment.

Jenis Standar Ketirusan

ada beberapa jenis standar ketirusan yang dapat dijadikan sebagai acuan diantaranya :

  • Tirus Mandril (Mandrel Taper). Tirus mandril memililki standar ketirusan 1:2000 mm, artinya sepanjang 2000 mm perbedaan diameter satu dengan lainnya sebesar 1 mm. Penggunaannya terbatas untuk mengikat benda kerja yang akan memproses pemesinan berikutnya. Caranya adalah dengan cara dipreskan pada lubang benda kerja yang sebelumnya sudah dipersiapkan lebih dulu dengan toleransi yang standar.
  • Tirus Jacobs (Jacobs Tapers). model ini memililiki standar ketirusan nomor 0 s.d 33, dengan perbandingan ketirusan sebagaimana pada (tabel 4.4). Tirus jenis ini digunakan pada perlengkapan mesin-mesin bubut dan mesin bor.

Berikut ini tulisan-tulisan kami lainnya, semoga bermanfaat. Klik tautan dibawah ini :

This Post Has 2 Comments

  1. Atmono

    Nice

    1. admin

      thank you sir!.

Leave a Reply