Jadi Coffee Roaster Ternyata Bisa Jadi Karier Masa Depan, Kemenperin Kasih Sertifikasinya Gratis

Kamu termasuk yang tiap hari wajib ngopi, atau malah punya mimpi buka kedai sendiri? Ada kabar baik dari dunia kopi yang bisa jadi pencerahan buat perjalanan kariermu. Di tengah meledaknya budaya ngopi di Indonesia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini menyoroti satu profesi kunci yang jarang disadari anak muda: coffee roaster alias penyangrai biji kopi.

Sertifikasi Penyangraian kemenperin
sumber : pexel.com

Konsumsi kopi Indonesia meroket 50,02 persen dalam satu dekade terakhir (data ICO). Di saat yang sama, pertumbuhan kafe mencapai 16 persen per tahun. Tapi tahu nggak, jadi pemain di industri ini nggak cukup cuma modal bisa bikin latte art. Kualitas sejatinya justru ditentukan di dapur sangrai. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menegaskan bahwa tuntutan konsumen kini berubah: “Mereka tidak sekadar mengonsumsi kopi, tapi juga semakin memahami cita rasa dan keunikan,” katanya. Artinya, biji kopi asal sangrai sudah nggak laku lagi.

Dari Hulu ke Hilir: Kualitas Dimulai dari Roasting Room

Merespons perubahan selera pasar yang makin picky, Kemenperin lewat Ditjen IKMA baru saja menggelar fasilitasi sertifikasi kompetensi untuk SDM penyangraian biji kopi. Program yang berlangsung di Amuya Coffee Academy, Kemayoran, ini diikuti 17 pelaku IKM kopi dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ini bukan pelatihan biasa—peserta mendapat pengakuan resmi atas skill teknis penyangraian.

Kenapa sertifikasi ini penting? Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita blak-blakan menyebut sertifikasi untuk meningkatkan daya saing IKM kopi. Di balik itu, ada 1.501 unit IKM olahan kopi dan 21 sentra yang tersebar di Indonesia. Potensi untuk berkarier atau membangun bisnis kopi yang profesional dan berkelanjutan jelas terbuka lebar. Apalagi Indonesia masih kokoh sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia, dengan ekspor olahan yang menembus 117,5 ribu ton pada 2024 lalu.

Kredibilitas yang Langsung Dilirik Pasar

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Afrizal Haris menambahkan, sertifikat ini bukan cuma kertas. Ia jadi bukti bahwa pelaku usaha kopi benar-benar mumpuni, meningkatkan kredibilitas di mata konsumen, mitra bisnis, bahkan pasar ekspor. Jadi, buat kamu yang ingin membawa brand kopi lokal naik kelas, menjadi certified coffee roaster bisa jadi nilai tawar yang sulit ditolak.

Intinya, era ngopi sekarang sudah bergeser dari sekadar gaya hidup menjadi ekosistem bisnis serius yang butuh kepakaran. Program sertifikasi ini ibarat undangan bagi generasi muda: ambil peran di balik cangkir kopimu, kuasai teknik sangrai, dan jadilah bagian dari penggerak industri kopi nasional yang makin berkelas. Siapa tahu, roastery-mu berikutnya yang melahirkan single origin andalan Indonesia berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *