Manufaktur

Kemenperin Percepat Industri 4.0 : Dua Perusahaan Dapat Pendampingan, Tapi Dari Ribuan yang Membutuhkan
Manufaktur

Kemenperin Percepat Industri 4.0 : Dua Perusahaan Dapat Pendampingan, Tapi Dari Ribuan yang Membutuhkan

JAKARTA, 15 JUNI 2026, Transformasi digital adalah keniscayaan. Kemenperin menyebutnya kebutuhan mendesak. PIDI 4.0 hadir sebagai pusat transformasi digital industri nasional. Pendampingan diberikan mulai dari penilaian kesiapan (INDI 4.0) hingga penyusunan roadmap digitalisasi. Tahun 2026, dua perusahaan mendapat fasilitasi: PT DIC Astra Chemical (kimia hulu) dan PT Garuda Metal Utama (komponen otomotif). Total perusahaan yang telah didampingi sejak 2023: 15. Angka 15 adalah prestasi bagi PIDI 4.0. Tapi jika dibandingkan dengan jumlah perusahaan manufaktur di Indonesia yang mencapai puluhan ribu, angka itu seperti setetes air di lautan. Data yang Perlu Diketahui 15 perusahaan penerima pendampingan transformasi digital melalui PIDI 4.0 (2023–2026) 2 perusahaan ...
USD 1,9 Juta dalam 5 Tahun, Tajikistan Digadang Jadi Gerbang Eurasia
Manufaktur

USD 1,9 Juta dalam 5 Tahun, Tajikistan Digadang Jadi Gerbang Eurasia

JAKARTA, 14 JUNI 2026, Indonesia adalah salah satu pusat manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Otomotif, elektronik, tekstil, dan pengolahan SDA adalah kekuatan utama. Tajikistan, di sisi lain, sedang membangun industri berbasis mineral, aluminium, dan tekstil. Keduanya saling melengkapi. Itu adalah dasar pembicaraan antara Dirjen KPAII Kemenperin dan Wakil Menteri Perindustrian Tajikistan, Aziz Nazar, di sela BRICS PartNIR 2026 di Xiamen. Tapi sebelum terlalu optimistis, mari lihat angkanya: perdagangan Indonesia-Tajikistan naik dari USD 1,7 juta (2021) menjadi USD 1,9 juta (2025). Dalam rupiah, itu sekitar Rp 30 miliar. Jumlah yang sangat kecil untuk dua negara dengan populasi gabungan lebih dari 280 juta jiwa. Data yang Perlu Diketahui USD 1,9 juta nilai perda...
73% Pemimpin Senior Manufaktur Akan Pensiun dalam 10 Tahun — dan Pengetahuan Mereka Akan Ikut Pergi Bersama Mereka
Manufaktur

73% Pemimpin Senior Manufaktur Akan Pensiun dalam 10 Tahun — dan Pengetahuan Mereka Akan Ikut Pergi Bersama Mereka

Delapan puluh persen pemimpin industri manufaktur menyebut kekurangan tenaga kerja terampil sebagai masalah terbesar mereka. Ini bukan angka kecil. Tapi jika berhenti di situ, kita melewatkan krisis yang jauh lebih serius yang berlangsung di bawahnya. Sekitar 433.000 posisi manufaktur tercatat kosong di akhir 2025. Dalam beberapa tahun ke depan, angka pekerjaan yang diprediksi tidak akan terisi mencapai 1,9 juta. Tapi menambah headcount saja tidak akan menyelesaikan masalah ini, karena masalah terbesarnya bukan kekosongan kursi, melainkan kekosongan pengetahuan. Yang benar-benar sedang hilang bukan hanya tenaga kerja. Yang hilang adalah pemahaman mendalam tentang mengapa mesin tertentu berperilaku seperti itu, bagaimana masalah serupa pernah diselesaikan, dan keputusan apa yang p...
Prabowo Ingin Indonesia Bikin Mobil Sendiri. Modalnya Sudah Ada, Yang Kurang Adalah Ini.
Manufaktur

Prabowo Ingin Indonesia Bikin Mobil Sendiri. Modalnya Sudah Ada, Yang Kurang Adalah Ini.

JAKARTA, 20 MEI 2026, Dalam Rapat Paripurna DPR pekan ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan seruan yang terdengar ambisius sekaligus familiar: Indonesia harus bisa memproduksi sendiri kendaraan bermotor, produk elektronik, dan barang-barang strategis lainnya. Jangan hanya jadi pasar, jadilah produsen. sumber : kemenperin go id Seruan ini bukan yang pertama terdengar di ruang kebijakan Indonesia. Tapi konteks 2026 berbeda dari dekade-dekade sebelumnya: industri manufaktur nasional baru saja mencatat pertumbuhan di atas ekonomi nasional untuk pertama kali dalam 13 tahun, investasi pabrik baru mengalir masif, dan hilirisasi mineral mulai menghasilkan rantai pasok komponen yang dulu harus diimpor seluruhnya. Fondasinya sudah lebih kuat dari sebelumnya. Tapi jarak antara "sudah a...
Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.
Manufaktur

Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.

JAKARTA, 22 MEI 2026, Sebuah narasi yang cukup kuat beredar di kalangan ekonom dan analis kebijakan: industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi jadi mesin utama ekonomi. sumber : https://www.kemenperin.go.id/ Kemenperin menolak narasi itu, bukan dengan bantahan retoris, tapi dengan membongkar kesalahan metodologi di balik data yang digunakan. Ada dua jebakan statistik yang membuat perbandingan data PDB manufaktur 2005–2025 menjadi menyesatkan, dan memahaminya penting sebelum menarik kesimpulan soal kondisi industri Indonesia. Deindustrialisasi: Definisinya Ketat, Bukan Interpretasi Dalam teori ekonomi, deindustrialisasi punya definisi yang presisi. Rowthorn d...
176 Kawasan Industri, 98.000 Hektare dan Masalah Air Limbah yang Selama Ini Diabaikan
Manufaktur

176 Kawasan Industri, 98.000 Hektare dan Masalah Air Limbah yang Selama Ini Diabaikan

JAKARTA, 12 MEI 2026, Kawasan industri Indonesia berkembang 49% dalam lima tahun terakhir, hampir 100.000 hektare lahan, hampir 12.000 perusahaan, dan lebih dari 2 juta pekerja. Tapi ada infrastruktur pendukung yang pertumbuhannya tidak mengimbangi ekspansi itu: pengelolaan air baku dan pengolahan air limbah. Teknologi Baru Pengolahan Air Baku dan Air Limbah Sistem pengolahan air limbah industri yang konvensional mahal dibangun, butuh lahan luas, dan lambat beroperasi. Di kawasan industri yang terus bertumbuh dan semakin disorot soal standar lingkungan oleh pembeli global, ini bukan masalah teknis kecil, ini hambatan daya saing. Kemenperin, Qiaoyin City Management Co., Ltd., dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menandatangani nota kesepahaman pada 11 Mei untuk membawa tek...
Manufaktur RI Tumbuh 5%, Tapi Siapa yang Mengisi Pabrik-Pabriknya?
Manufaktur

Manufaktur RI Tumbuh 5%, Tapi Siapa yang Mengisi Pabrik-Pabriknya?

JAKARTA, 13 MEI 2026, Industri manufaktur Indonesia tumbuh 5,04% di kuartal pertama 2026 dan menyumbang kontribusi terbesar terhadap PDB nasional. Angka yang solid. Tapi ada pertanyaan yang jarang diajukan bersamaan: tenaga kerja terampil yang mengoperasikan mesin-mesin di pabrik itu, sudah cukup siap?. Menperin Jawabannya masih dalam proses. Dan itulah konteks di balik pelatihan Industri 4.0 yang digelar Kemenperin bersama Irootech Technology dan Rootcloud Technology dari Tiongkok pada 11–12 Mei, serta kerja sama vokasi yang terus diperluas ke berbagai mitra internasional. Industri Tumbuh, Tapi Tantangan SDM Tetap Nyata 5,04%  Pertumbuhan industri manufaktur Q1 2026 (yoy) 1,03%  Kontribusi manufaktur ke pertumbuhan ekonomi nasional 51,75 (ekspansif)  Indeks Kepercayaan ...
Ekspor Kawat Baja RI Anjlok 48% dalam 5 Tahun. Pabrik Rp300 Miliar di Subang Ini Mulai Balik Arah.
Manufaktur

Ekspor Kawat Baja RI Anjlok 48% dalam 5 Tahun. Pabrik Rp300 Miliar di Subang Ini Mulai Balik Arah.

SUBANG, 6 MEI 2026, Di balik peresmian pabrik kawat baja baru di Subang hari ini, ada sebuah tren yang jarang disoroti: Indonesia mengekspor kawat baja makin sedikit setiap tahunnya, sementara impornya terus naik. Selisih antara keduanya, defisitnya, sudah mencapai lebih dari 132 ribu ton per tahun. Wakil Menteri PT Beka Wire Indonesia menjadi investasi pertama yang secara langsung menjawab tren tersebut: bukan hanya memproduksi untuk pasar dalam negeri, tapi dari awal sudah merancang 40 persen kapasitasnya untuk ekspor ke Asia Tenggara, Eropa, Amerika Latin, dan Australia. Lima Tahun Tren yang Salah Arah Data Kemenperin menggambarkan masalahnya dengan jelas: 22.225 ton  Volume ekspor kawat baja 2021 11.442 ton  (−48,5%)  Volume ekspor kawat baja 2025 −...
Industri Manufaktur RI Masih Ekspansi di Tengah Tekanan Global: Pasar Domestik Jadi Penopang, Tapi Masih Ada Subsektor yang Terkontraksi
Manufaktur

Industri Manufaktur RI Masih Ekspansi di Tengah Tekanan Global: Pasar Domestik Jadi Penopang, Tapi Masih Ada Subsektor yang Terkontraksi

Ketika krisis energi dan gejolak geopolitik dunia meningkat, sektor manufaktur Indonesia merespons dengan tetap bertahan. Buktinya, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 berada di level 51,75, masih dalam fase ekspansi meskipun turun tipis 0,11 poin dari bulan sebelumnya. Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Arief, mengakui bahwa krisis energi telah memengaruhi subsektor tertentu seperti industri kimia dan tekstil. Namun, secara umum seluruh variabel pembentuk IKI masih ekspansi: pesanan (51,43), produksi (51,34), dan persediaan (53,13). source : www.kemenperin.go.id Yang menarik, ada pergeseran strategis. IKI berorientasi ekspor tercatat 52,28 (melambat), sementara IKI berorientasi domestik justru naik menjadi 50,90. Artinya, pasar dalam negeri mulai be...
Puluhan Miliar Dolar Investasi Tiongkok Masuk, RI Kekurangan SDM yang Siap
Manufaktur

Puluhan Miliar Dolar Investasi Tiongkok Masuk, RI Kekurangan SDM yang Siap

Kemenperin menggandeng universitas Tiongkok untuk mencetak tenaga kerja industri yang benar-benar dibutuhkan investor. Investasi Tiongkok di Indonesia terus deras, puluhan miliar dolar AS dalam lima tahun terakhir mengalir ke hilirisasi mineral, manufaktur, tekstil, dan teknologi. Tapi ada satu masalah: tenaga kerja yang dibutuhkan belum siap. source : www.pexels.com Inilah yang mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat. Bukan sekadar membangun pabrik, tapi memastikan ada SDM yang kompeten untuk mengisinya. Apa yang Dilakukan Kemenperin Indonesia? Pada 27 April, Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kemenperin menandatangani MoU dengan Liuzhou Polytechnic University, perguruan tinggi negeri Tiongkok yang fokus pada industri otomotif, mesin, dan tekno...