Manufaktur

Prabowo Ingin Indonesia Bikin Mobil Sendiri. Modalnya Sudah Ada, Yang Kurang Adalah Ini.
Manufaktur

Prabowo Ingin Indonesia Bikin Mobil Sendiri. Modalnya Sudah Ada, Yang Kurang Adalah Ini.

JAKARTA, 20 MEI 2026, Dalam Rapat Paripurna DPR pekan ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan seruan yang terdengar ambisius sekaligus familiar: Indonesia harus bisa memproduksi sendiri kendaraan bermotor, produk elektronik, dan barang-barang strategis lainnya. Jangan hanya jadi pasar, jadilah produsen. sumber : kemenperin go id Seruan ini bukan yang pertama terdengar di ruang kebijakan Indonesia. Tapi konteks 2026 berbeda dari dekade-dekade sebelumnya: industri manufaktur nasional baru saja mencatat pertumbuhan di atas ekonomi nasional untuk pertama kali dalam 13 tahun, investasi pabrik baru mengalir masif, dan hilirisasi mineral mulai menghasilkan rantai pasok komponen yang dulu harus diimpor seluruhnya. Fondasinya sudah lebih kuat dari sebelumnya. Tapi jarak antara "sudah a...
Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.
Manufaktur

Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.

JAKARTA, 22 MEI 2026, Sebuah narasi yang cukup kuat beredar di kalangan ekonom dan analis kebijakan: industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi jadi mesin utama ekonomi. sumber : https://www.kemenperin.go.id/ Kemenperin menolak narasi itu, bukan dengan bantahan retoris, tapi dengan membongkar kesalahan metodologi di balik data yang digunakan. Ada dua jebakan statistik yang membuat perbandingan data PDB manufaktur 2005–2025 menjadi menyesatkan, dan memahaminya penting sebelum menarik kesimpulan soal kondisi industri Indonesia. Deindustrialisasi: Definisinya Ketat, Bukan Interpretasi Dalam teori ekonomi, deindustrialisasi punya definisi yang presisi. Rowthorn d...
176 Kawasan Industri, 98.000 Hektare dan Masalah Air Limbah yang Selama Ini Diabaikan
Manufaktur

176 Kawasan Industri, 98.000 Hektare dan Masalah Air Limbah yang Selama Ini Diabaikan

JAKARTA, 12 MEI 2026, Kawasan industri Indonesia berkembang 49% dalam lima tahun terakhir, hampir 100.000 hektare lahan, hampir 12.000 perusahaan, dan lebih dari 2 juta pekerja. Tapi ada infrastruktur pendukung yang pertumbuhannya tidak mengimbangi ekspansi itu: pengelolaan air baku dan pengolahan air limbah. Teknologi Baru Pengolahan Air Baku dan Air Limbah Sistem pengolahan air limbah industri yang konvensional mahal dibangun, butuh lahan luas, dan lambat beroperasi. Di kawasan industri yang terus bertumbuh dan semakin disorot soal standar lingkungan oleh pembeli global, ini bukan masalah teknis kecil, ini hambatan daya saing. Kemenperin, Qiaoyin City Management Co., Ltd., dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menandatangani nota kesepahaman pada 11 Mei untuk membawa tek...
Manufaktur RI Tumbuh 5%, Tapi Siapa yang Mengisi Pabrik-Pabriknya?
Manufaktur

Manufaktur RI Tumbuh 5%, Tapi Siapa yang Mengisi Pabrik-Pabriknya?

JAKARTA, 13 MEI 2026, Industri manufaktur Indonesia tumbuh 5,04% di kuartal pertama 2026 dan menyumbang kontribusi terbesar terhadap PDB nasional. Angka yang solid. Tapi ada pertanyaan yang jarang diajukan bersamaan: tenaga kerja terampil yang mengoperasikan mesin-mesin di pabrik itu, sudah cukup siap?. Menperin Jawabannya masih dalam proses. Dan itulah konteks di balik pelatihan Industri 4.0 yang digelar Kemenperin bersama Irootech Technology dan Rootcloud Technology dari Tiongkok pada 11–12 Mei, serta kerja sama vokasi yang terus diperluas ke berbagai mitra internasional. Industri Tumbuh, Tapi Tantangan SDM Tetap Nyata 5,04%  Pertumbuhan industri manufaktur Q1 2026 (yoy) 1,03%  Kontribusi manufaktur ke pertumbuhan ekonomi nasional 51,75 (ekspansif)  Indeks Kepercayaan ...
Ekspor Kawat Baja RI Anjlok 48% dalam 5 Tahun. Pabrik Rp300 Miliar di Subang Ini Mulai Balik Arah.
Manufaktur

Ekspor Kawat Baja RI Anjlok 48% dalam 5 Tahun. Pabrik Rp300 Miliar di Subang Ini Mulai Balik Arah.

SUBANG, 6 MEI 2026, Di balik peresmian pabrik kawat baja baru di Subang hari ini, ada sebuah tren yang jarang disoroti: Indonesia mengekspor kawat baja makin sedikit setiap tahunnya, sementara impornya terus naik. Selisih antara keduanya, defisitnya, sudah mencapai lebih dari 132 ribu ton per tahun. Wakil Menteri PT Beka Wire Indonesia menjadi investasi pertama yang secara langsung menjawab tren tersebut: bukan hanya memproduksi untuk pasar dalam negeri, tapi dari awal sudah merancang 40 persen kapasitasnya untuk ekspor ke Asia Tenggara, Eropa, Amerika Latin, dan Australia. Lima Tahun Tren yang Salah Arah Data Kemenperin menggambarkan masalahnya dengan jelas: 22.225 ton  Volume ekspor kawat baja 2021 11.442 ton  (−48,5%)  Volume ekspor kawat baja 2025 −...
Industri Manufaktur RI Masih Ekspansi di Tengah Tekanan Global: Pasar Domestik Jadi Penopang, Tapi Masih Ada Subsektor yang Terkontraksi
Manufaktur

Industri Manufaktur RI Masih Ekspansi di Tengah Tekanan Global: Pasar Domestik Jadi Penopang, Tapi Masih Ada Subsektor yang Terkontraksi

Ketika krisis energi dan gejolak geopolitik dunia meningkat, sektor manufaktur Indonesia merespons dengan tetap bertahan. Buktinya, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) April 2026 berada di level 51,75, masih dalam fase ekspansi meskipun turun tipis 0,11 poin dari bulan sebelumnya. Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Arief, mengakui bahwa krisis energi telah memengaruhi subsektor tertentu seperti industri kimia dan tekstil. Namun, secara umum seluruh variabel pembentuk IKI masih ekspansi: pesanan (51,43), produksi (51,34), dan persediaan (53,13). source : www.kemenperin.go.id Yang menarik, ada pergeseran strategis. IKI berorientasi ekspor tercatat 52,28 (melambat), sementara IKI berorientasi domestik justru naik menjadi 50,90. Artinya, pasar dalam negeri mulai be...
Puluhan Miliar Dolar Investasi Tiongkok Masuk, RI Kekurangan SDM yang Siap
Manufaktur

Puluhan Miliar Dolar Investasi Tiongkok Masuk, RI Kekurangan SDM yang Siap

Kemenperin menggandeng universitas Tiongkok untuk mencetak tenaga kerja industri yang benar-benar dibutuhkan investor. Investasi Tiongkok di Indonesia terus deras, puluhan miliar dolar AS dalam lima tahun terakhir mengalir ke hilirisasi mineral, manufaktur, tekstil, dan teknologi. Tapi ada satu masalah: tenaga kerja yang dibutuhkan belum siap. source : www.pexels.com Inilah yang mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat. Bukan sekadar membangun pabrik, tapi memastikan ada SDM yang kompeten untuk mengisinya. Apa yang Dilakukan Kemenperin Indonesia? Pada 27 April, Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kemenperin menandatangani MoU dengan Liuzhou Polytechnic University, perguruan tinggi negeri Tiongkok yang fokus pada industri otomotif, mesin, dan tekno...
Asah Potensi, Kemenperin Dorong IKM Perkakas Tangan Lebih Berdaya Saing
Manufaktur

Asah Potensi, Kemenperin Dorong IKM Perkakas Tangan Lebih Berdaya Saing

Kemenperin optimistis industri perkakas tangan nasional bisa jadi andalan baru, terutama untuk menyokong sektor pertanian dan perkebunan. Data yang disampaikan cukup solid: ada 123 unit IKM dengan serapan tenaga kerja sekitar 512 orang yang tersebar dari Sumatera sampai Sulawesi. Sentra terbesarnya bahkan ada di Sumatera Utara, dengan produk semacam egrek dan dodos yang konon sudah menembus pasar ekspor hingga Panama dan Kolombia. Sekilas, ini terdengar seperti cerita manis tentang produk lokal yang mulai mendunia. Kemenperin Dorong IKM Perkakas Tangan Tapi sebagai generasi yang terbiasa skeptis dan membaca data secara utuh, kita tidak bisa langsung tepuk tangan. Menperin Agus Gumiwang sendiri menyebut bahwa industri ini punya potensi karena Indonesia negara agraris dan keahlian pemb...
Kemenperin Gandeng MNC University: Pendidikan Vokasi Industri Coba Diperkuat, Tapi Masih Ada PR Soal Skala dan Merata
Manufaktur

Kemenperin Gandeng MNC University: Pendidikan Vokasi Industri Coba Diperkuat, Tapi Masih Ada PR Soal Skala dan Merata

Selama ini, industri manufaktur Indonesia tumbuh, tapi ketersediaan tenaga kerja terampil sering disebut sebagai penghambat. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons dengan menjadikan pendidikan vokasi sebagai fondasi utama pembangunan SDM industri. Salah satu langkah teranyar: menggandeng MNC University (MNCU) melalui kerja sama yang mencakup pendidikan, penelitian, hingga magang. Kemenperin Gandeng MNC University Kerja sama ini diresmikan pada 21 April lalu. Wilayah kerja meliputi penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat), seminar, workshop, pelatihan kompetensi, serta magang langsung di 83 perusahaan milik MNC Group yang tersebar di empat sektor: media dan hiburan, jasa keuangan, pariwisata dan perhotelan, serta investasi e...
Biaya Kesehatan Karyawan Terus Naik — Ada Solusi yang Belum Banyak Diketahui Perusahaan Manufaktur
Manufaktur

Biaya Kesehatan Karyawan Terus Naik — Ada Solusi yang Belum Banyak Diketahui Perusahaan Manufaktur

Premi asuransi kesehatan naik setiap tahun, pilihan paket makin sempit, dan karyawan menanggung imbasnya. Di tengah tekanan biaya produksi yang juga meningkat, perusahaan manufaktur butuh pendekatan baru — sebelum benefit kesehatan berubah dari daya tarik rekrutmen menjadi beban yang tak tertanggung. Masalah yang Terasa Langsung di Slip Gaji Kenaikan biaya asuransi kesehatan bukan sekadar angka di laporan keuangan perusahaan. Dampaknya nyata dan langsung: potongan premi yang lebih besar, pilihan paket yang makin terbatas, atau benefit yang dikurangi demi menekan pengeluaran. Di sektor manufaktur Amerika Serikat — yang menghadapi tekanan ganda dari tarif impor yang menaikkan biaya produksi sekaligus persaingan global yang ketat — situasi ini datang di waktu yang paling tidak tepat....