Energi

Presiden Resmikan Groundbreaking Tahap II: Rekomendasi Satgas Hilirisasi Langsung Dieksekusi oleh Danantara
Energi

Presiden Resmikan Groundbreaking Tahap II: Rekomendasi Satgas Hilirisasi Langsung Dieksekusi oleh Danantara

CILACAP, 29 APRIL 2026 — Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking tahap kedua proyek hilirisasi nasional. Jika tahap pertama di Februari lalu membuka babak smelter dan bioavtur, tahap ini masuk ke persoalan yang lebih mendasar: ketergantungan Indonesia pada impor energi yang sudah berlangsung puluhan tahun. source : kemen esdm publikasi Dua angka yang perlu diingat: 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipasok dari impor. Dan sekitar 10 persen volume bensin nasional juga masih datang dari luar negeri. Dua proyek yang baru di-groundbreaking hari ini ditargetkan langsung menyerang angka-angka itu. Skala Ketergantungan yang Selama Ini Jarang Dibicarakan 80%  kebutuhan LPG nasional yang masih diimpor ~10% volume nasional  target penurunan impor bensin dar...
Raih Peringkat Kedua Dunia dalam Ketahanan Energi, Indonesia Ungkap Langkah Kunci di Baliknya
Energi

Raih Peringkat Kedua Dunia dalam Ketahanan Energi, Indonesia Ungkap Langkah Kunci di Baliknya

JAKARTA, 2 MEI 2026, Indonesia baru saja masuk dua besar negara dengan ketahanan energi terbaik di dunia versi JP Morgan, mengalahkan 50 negara lain dari total 52 yang disurvei. Kabar yang terdengar membanggakan. Tapi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sendiri langsung mengakui ironi di baliknya. source : kemen esdm publikasi Indonesia pernah punya cukup minyak untuk mengekspor dan duduk di kursi OPEC. Hari ini, produksi dalam negeri hanya 605 ribu barel per hari, sementara konsumsi nasional sudah menyentuh 1,6 juta barel. Artinya, setiap hari kita mengimpor lebih dari satu juta barel untuk menutup selisihnya. Peringkat ke-2 itu bukan cermin kondisi ideal. Ia adalah pengakuan bahwa Indonesia sedang serius menggarap masalah yang selama ini didiamkan. Seberapa Besar Defisitnya? 60...
B50 Diuji Coba di Kereta Api: Langkah Konkrit Kurangi Impor BBM, Tapi Hasil Jangka Panjang Masih Ditunggu
Energi

B50 Diuji Coba di Kereta Api: Langkah Konkrit Kurangi Impor BBM, Tapi Hasil Jangka Panjang Masih Ditunggu

Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) domestik. Ketergantungan ini menjadi kerentanan tersendiri di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah merespons dengan mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri, salah satunya melalui program biodiesel B50, yaitu campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar. Sebagai bagian dari persiapan implementasi nasional yang direncanakan pada 1 Juli 2026, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginisiasi uji coba B50 pada sektor perkeretaapian. Uji coba ini berlangsung di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, pada Senin (27/4). Pemerintah Uji Implementasi B50 pada Sektor Perkeretaapian - Sumber : https://www.esdm.go.id/ Uji coba B50 sebenarnya sudah dimu...
Pemerintah Kaji CNG Gantikan LPG Impor, Alternatif Domestik Mulai Diuji Tapi Masih Tahap Konsolidasi
Energi

Pemerintah Kaji CNG Gantikan LPG Impor, Alternatif Domestik Mulai Diuji Tapi Masih Tahap Konsolidasi

Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada LPG impor. Dari total konsumsi LPG nasional sebesar 8,6 juta ton per tahun, hanya sekitar 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri. Sisanya, hampir 7 juta ton, harus diimpor. Kondisi ini menjadi masalah serius bagi kemandirian energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik. Menteri ESDM - Sumber : BPMI Sekretariat Presiden Pemerintah merespons dengan mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai substitusi LPG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa rencana ini masih dalam tahap pembahasan dan konsolidasi, sebelum difinalisasi menjadi kebijakan. Bahan baku CNG berasal dari dalam negeri, yaitu gas cair C1 dan C2 (metana dan etana) yang dipadatkan hingga tekanan 2...
Pemerintah Coba Sambungkan Jaringan Gas dari Sumatera ke Jawa Timur, Pipa CISEM dan DUSEM
Energi

Pemerintah Coba Sambungkan Jaringan Gas dari Sumatera ke Jawa Timur, Pipa CISEM dan DUSEM

Indonesia memiliki potensi gas bumi yang besar, tetapi selama ini distribusinya terhambat oleh jaringan pipa yang belum terintegrasi. Pemerintah melalui Kementerian ESDM merespons dengan membangun dua proyek pipa transmisi utama: CISEM (Cirebon-Semarang) dan DUSEM (Dumai-Sei Mangkei). Kedua proyek ini dirancang untuk menyambungkan jaringan gas dari ujung Sumatera hingga Jawa Timur, menjadikannya jaringan pipa gas terpanjang di Asia. instalasi pipa cisem dan dasem Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, menyatakan bahwa pemerintah telah menyelesaikan CISEM Tahap I dan II. Saat ini fokus dipercepat pada proyek DUSEM sepanjang 540 kilometer. Konektivitas ini diharapkan menjadi tulang punggung (backbone) distribusi gas nasional yang an...
Harta Karun Bawah Laut: “Raksasa Tidur” di Blok Ganal dan Peluang Indonesia Lepas dari Jerat Impor Energi
Energi

Harta Karun Bawah Laut: “Raksasa Tidur” di Blok Ganal dan Peluang Indonesia Lepas dari Jerat Impor Energi

Kabar besar datang dari perairan Kalimantan Timur. Sumur eksplorasi Geliga-1 yang digarap ENI (Italia) bersama Sinopec berhasil mengungkap potensi gas sebesar 5 triliun kaki kubik dan kondensat 300 juta barel. Angka ini bukan sekadar fantasi—ini kenyataan yang bisa mengubah peta energi nasional dalam waktu kurang dari satu dekade. Ditambah temuan sebelumnya di Sumur Gula (2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat), kawasan Blok Ganal menjelma menjadi "raksasa tidur" yang siap dibangunkan. sumber : Jan-Rune Smenes Reite (pexel.com) Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut temuan ini giant—raksasa—dan targetnya ambisius: di 2028, produksi gas ENI bisa melesat ke 2.000 MMSCFD dari yang sekarang cuma 600–700 MMSCFD, lalu naik lagi jadi 3.000 MMSCFD pada 2030. Dari sisi kondensat, kita bisa dap...
Viral dan Bikin Penasaran, Tapi “Bensin Ajaib” Bobibos Harus Lulus Uji Dulu Sebelum Kamu Pakai
Energi

Viral dan Bikin Penasaran, Tapi “Bensin Ajaib” Bobibos Harus Lulus Uji Dulu Sebelum Kamu Pakai

Kamu mungkin sudah dengar soal Bobibos, produk bahan bakar alternatif buatan anak negeri yang belakangan ramai dibicarakan. Di tengah harga BBM global yang naik-turun dan obrolan soal kemandirian energi, kehadiran inovasi semacam ini jelas bikin banyak orang bertanya-tanya: “Beneran bisa dipakai di kendaraan gue, nggak?” Nah, pemerintah lewat Ditjen Migas baru saja mengambil langkah penting yang perlu banget kamu tahu. Mereka kembali memanggil PT Inti Sinergi Formula, produsen Bobibos, untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium. Intinya, sebelum produk ini beredar luas, ada prosedur ketat yang harus dilewati. Bukan karena nggak percaya pada inovasi, tapi justru untuk memastikan bahwa produk anak bangsa ini benar-benar aman, bukan sekadar klaim viral. Standardisasi: Antara B...
Selat Hormuz Ditutup, Asia Kekurangan 10 Juta Barel Minyak Per Hari, Ekspor AS Tidak Cukup Menutupnya
Energi

Selat Hormuz Ditutup, Asia Kekurangan 10 Juta Barel Minyak Per Hari, Ekspor AS Tidak Cukup Menutupnya

Amerika Serikat memompa minyak ke Asia dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi bahkan rekor ekspor itu pun tidak bisa menambal lubang yang ditinggalkan penutupan Selat Hormuz. Inilah gambaran krisis energi yang sedang berjalan, dan mengapa solusinya jauh lebih kompleks dari sekadar memindahkan jalur tanker. Berapa Besar Kekosongan yang Harus Diisi? Sebelum konflik, sekitar 20% dari seluruh minyak mentah dan bahan bakar olahan dunia melewati Selat Hormuz. Ketika jalur itu efektif tertutup, volume pasokan seaborne ke Asia langsung ambruk, dari 24,87 juta barel per hari (bpd) pada Februari, menjadi diperkirakan hanya 14,8 juta bpd pada April. Defisit yang harus ditutup: sekitar 10 juta barel per hari. Angka yang mustahil diimbangi hanya oleh ekspor AS, seberapa pun be...
Hadapi Tarif 32% dari AS, Indonesia Siapkan Tawaran Impor Energi Senilai $10 Miliar — Ini Strateginya
Energi

Hadapi Tarif 32% dari AS, Indonesia Siapkan Tawaran Impor Energi Senilai $10 Miliar — Ini Strateginya

Indonesia tidak menunggu tarif baru AS berlaku untuk bersikap. Sebelum keputusan final dijatuhkan, pemerintah sudah menyiapkan langkah konkret: beli lebih banyak energi dari Amerika, kurangi surplus dagang, dan amankan akses pasar ekspor yang selama ini menjadi tumpuan industri nasional. Bukan Konsesi, Ini Langkah Ofensif Ketika Amerika Serikat mengancam tarif hingga 32% atas produk ekspor Indonesia, banyak negara memilih menunggu atau memprotes lewat jalur diplomatik. Indonesia mengambil jalan berbeda: datang ke meja negosiasi dengan proposal konkret yang sudah siap dieksekusi. Inti tawarannya: Indonesia berencana meningkatkan impor minyak mentah dan LPG dari AS sebesar sekitar $10 miliar, bagian dari paket total $18 hingga $19 miliar pembelian produk Amerika. Tujuannya jelas: me...