Energi

Selat Hormuz Ditutup, Asia Kekurangan 10 Juta Barel Minyak Per Hari, Ekspor AS Tidak Cukup Menutupnya
Energi

Selat Hormuz Ditutup, Asia Kekurangan 10 Juta Barel Minyak Per Hari, Ekspor AS Tidak Cukup Menutupnya

Amerika Serikat memompa minyak ke Asia dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi bahkan rekor ekspor itu pun tidak bisa menambal lubang yang ditinggalkan penutupan Selat Hormuz. Inilah gambaran krisis energi yang sedang berjalan, dan mengapa solusinya jauh lebih kompleks dari sekadar memindahkan jalur tanker. Berapa Besar Kekosongan yang Harus Diisi? Sebelum konflik, sekitar 20% dari seluruh minyak mentah dan bahan bakar olahan dunia melewati Selat Hormuz. Ketika jalur itu efektif tertutup, volume pasokan seaborne ke Asia langsung ambruk, dari 24,87 juta barel per hari (bpd) pada Februari, menjadi diperkirakan hanya 14,8 juta bpd pada April. Defisit yang harus ditutup: sekitar 10 juta barel per hari. Angka yang mustahil diimbangi hanya oleh ekspor AS, seberapa pun be...
Hadapi Tarif 32% dari AS, Indonesia Siapkan Tawaran Impor Energi Senilai $10 Miliar — Ini Strateginya
Energi

Hadapi Tarif 32% dari AS, Indonesia Siapkan Tawaran Impor Energi Senilai $10 Miliar — Ini Strateginya

Indonesia tidak menunggu tarif baru AS berlaku untuk bersikap. Sebelum keputusan final dijatuhkan, pemerintah sudah menyiapkan langkah konkret: beli lebih banyak energi dari Amerika, kurangi surplus dagang, dan amankan akses pasar ekspor yang selama ini menjadi tumpuan industri nasional. Bukan Konsesi, Ini Langkah Ofensif Ketika Amerika Serikat mengancam tarif hingga 32% atas produk ekspor Indonesia, banyak negara memilih menunggu atau memprotes lewat jalur diplomatik. Indonesia mengambil jalan berbeda: datang ke meja negosiasi dengan proposal konkret yang sudah siap dieksekusi. Inti tawarannya: Indonesia berencana meningkatkan impor minyak mentah dan LPG dari AS sebesar sekitar $10 miliar, bagian dari paket total $18 hingga $19 miliar pembelian produk Amerika. Tujuannya jelas: me...