Sumber Daya Manusia

Kemenperin Bantu Industri Kecil Urus Sertifikat TKDN Self Declare Gratis, Tapi Dampaknya Belum Terukur
Sumber Daya Manusia

Kemenperin Bantu Industri Kecil Urus Sertifikat TKDN Self Declare Gratis, Tapi Dampaknya Belum Terukur

Salah satu masalah utama industri kecil di Indonesia adalah kesulitan menembus pasar pengadaan barang dan jasa pemerintah. Padahal, pemerintah mewajibkan 40 persen nilai anggaran belanja barang/jasa berasal dari usaha mikro, kecil, dan koperasi. Hambatan terbesar: proses sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dianggap rumit dan mahal. sosialisasi TKDN Kemenperin Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merespons dengan memberikan kemudahan. Melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025, industri kecil kini bisa mengajukan sertifikasi TKDN dengan skema self declare tanpa dipungut biaya. Syaratnya: terdaftar di SIINas dan telah tervalidasi sebagai industri kecil. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kebijakan ini bertujuan mempe...
Pekerja Indonesia Kerja Keras, Upah Pas-Pasan ?
Sumber Daya Manusia

Pekerja Indonesia Kerja Keras, Upah Pas-Pasan ?

Rata-rata pekerja Indonesia membawa pulang Rp3,3 juta per bulan. Ini bukan angka hoaks, ini fakta yang jauh lebih pahit. Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini meluruskan sebuah hoaks soal upah pekerja Indonesia. Yang mengejutkan: fakta aslinya justru lebih menyedihkan dari angka hoaks itu sendiri. Sumber : HONG SON - https://www.pexels.com/photo/a-person-working-at-a-salt-flat-27098311/ Data BPS November 2025 mencatat rata-rata upah pekerja Indonesia hanya Rp3,3 juta per bulan. Angka ini bukan cukup untuk hidup layak di kota besar, apalagi di tengah inflasi yang terus menggigit. Siapa yang Paling Terdampak Masalah Upah ini? Upah kita sangat ditentukan oleh dua faktor: pendidikan dan jenis kelamin. Rp4,63 juta/bulan  Lulusan diploma / S1 ke atas Rp2,22 juta/bu...
51 Orang Nyaris Jadi Korban, 152 Paspor Disita: Ini Modus Lama yang Masih Menjebak Anak Muda Kita
Sumber Daya Manusia

51 Orang Nyaris Jadi Korban, 152 Paspor Disita: Ini Modus Lama yang Masih Menjebak Anak Muda Kita

Baru saja kita diingatkan bahwa jalur "tikus" menuju luar negeri masih sangat aktif, dan anak muda adalah target empuknya. BP3MI DKI Jakarta bersama Polres Jakarta Timur menggagalkan pemberangkatan 51 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang hendak dikirim ke Malaysia secara non-prosedural. Dari sebuah rumah penampungan di Kramat Jati, petugas mendapati 12 perempuan dan 39 laki-laki yang berasal dari berbagai daerah—Lampung, Jambi, Medan, Jawa, NTB, hingga Kalimantan Tengah. Lebih mengejutkannya lagi, 152 paspor diamankan di sana. Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, menegaskan bahwa para CPMI ini dijanjikan kerja di perusahaan di Malaysia tanpa melalui mekanisme resmi. Modusnya klasik: tawaran kerja cepat dengan gaji menggiurkan, tanpa ribet, cukup serahkan dokumen dan tinggal b...
Kerja ke Luar Negeri Langsung dari SMK, Tiket Emas atau Jalan Terjal? Simak Plus-Minus dan Risiko buat Kamu
Sumber Daya Manusia

Kerja ke Luar Negeri Langsung dari SMK, Tiket Emas atau Jalan Terjal? Simak Plus-Minus dan Risiko buat Kamu

Bayangkan, begitu lulus SMK, alih-alih bingung cari kerja lokal, kamu malah sudah siap terbang ke Jerman, Jepang, atau Korea Selatan dengan skill di tangan. Itulah gambaran yang coba ditanamkan BP3MI Jawa Barat saat jadi narasumber di SMK Pekerjaan Umum (PU) Negeri Bandung, Jumat (24/4). Acara penyuluhan bekerja ke luar negeri ini membekali calon alumni kelas XII tentang prosedur resmi dan aman menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) lewat jalur Government to Government (G to G) yang lagi naik daun. Kepala SMK PU Negeri Bandung, Aji Wasmadi Pahmi, menyebut ini strategi sekolah buat memperluas pilihan karier siswa: “Meningkatkan minat calon alumni untuk bekerja ke luar negeri sebagai pilihan setelah lulus.” Lalu Eka Widi Astuti dari BP3MI memaparkan syarat mutlak: usia minim...
Desa Bukan Lagi Tempat Pulang, Tapi Ladang Cuan: Bagaimana Program Kemendesa Mengubah Peta Ekonomi Generasi Muda
Sumber Daya Manusia

Desa Bukan Lagi Tempat Pulang, Tapi Ladang Cuan: Bagaimana Program Kemendesa Mengubah Peta Ekonomi Generasi Muda

sumber : Lucien Schreiber - pexel.com Kalau dulu desa cuma dipandang sebagai tempat mudik atau pensiun, sekarang ada pergeseran serius. Kementerian Desa (Kemendesa) diam-diam mendesain ulang masa depan desa lewat program yang bukan cuma normatif, tapi cukup ambisius: menjadikan desa sebagai pusat ekonomi baru yang kompetitif dan mandiri. Dan yang paling penting, ini bukan wacana doang. Lewat pendampingan intensif, setiap desa diajak memetakan potensi unggulannya sendiri—entah itu pertanian presisi, wisata kreatif, atau kerajinan etnik. Menariknya, pola pendampingan ini bersifat partisipatif. Jadi warga lokal, termasuk anak mudanya, didorong jadi aktor utama—bukan penonton. Di saat yang sama, dana desa yang selama ini identik dengan proyek infrastruktur, sekarang sebagian besar dialok...
Jadi Coffee Roaster Ternyata Bisa Jadi Karier Masa Depan, Kemenperin Kasih Sertifikasinya Gratis
Sumber Daya Manusia

Jadi Coffee Roaster Ternyata Bisa Jadi Karier Masa Depan, Kemenperin Kasih Sertifikasinya Gratis

Kamu termasuk yang tiap hari wajib ngopi, atau malah punya mimpi buka kedai sendiri? Ada kabar baik dari dunia kopi yang bisa jadi pencerahan buat perjalanan kariermu. Di tengah meledaknya budaya ngopi di Indonesia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini menyoroti satu profesi kunci yang jarang disadari anak muda: coffee roaster alias penyangrai biji kopi. sumber : pexel.com Konsumsi kopi Indonesia meroket 50,02 persen dalam satu dekade terakhir (data ICO). Di saat yang sama, pertumbuhan kafe mencapai 16 persen per tahun. Tapi tahu nggak, jadi pemain di industri ini nggak cukup cuma modal bisa bikin latte art. Kualitas sejatinya justru ditentukan di dapur sangrai. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menegaskan bahwa tuntutan konsumen kini berubah: “Mereka tidak se...
Kenapa Indonesia Butuh “Lompatan Digital” yang Benar-Benar Buat Hidupmu Lebih Mudah
Sumber Daya Manusia

Kenapa Indonesia Butuh “Lompatan Digital” yang Benar-Benar Buat Hidupmu Lebih Mudah

Kita senang saat tahu pengguna internet Indonesia sudah menyentuh 80 persen. Tapi di balik angka itu, masih banyak desa yang belum tersentuh fiber optik, dan sekolah-sekolah di pelosok hanya bisa membayangkan internet kencang. Ini bukan cuma soal sinyal, tapi tentang mimpi, karier, bahkan akses pendidikan yang adil. Grand Opening and Technology Showcase “Shaping The Future of Digital Connectivity” sumber : www.komdigi.go.id Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan, Indonesia tidak boleh berpuas diri. “Indonesia butuh lompatan digital,” katanya saat meresmikan Pusat Inovasi Bersama ZTE-XLSMART di Jakarta. Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang penting, tapi sekarang saatnya beralih dari sekadar memasang kabel ke arah menciptakan solusi yang benar-benar bisa k...
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai untuk 10 Ribu Anak Muda yang Siap Terjun ke Dunia Kerja
Sumber Daya Manusia

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai untuk 10 Ribu Anak Muda yang Siap Terjun ke Dunia Kerja

Pemerintah Indonesia baru saja melepas "gelombang pertama" ribuan calon tenaga kerja profesional dalam Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026. Acara kick-off yang digelar di Bekasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda bahwa lebih dari 10.000 lulusan SMA/SMK resmi memulai perjalanan mereka: dari sekadar pencari kerja menjadi talenta yang siap diserap industri. Kalau selama ini kita sering dengar istilah "link and match" antara dunia pendidikan dan industri, program ini adalah wujud nyatanya. Bayangkan, dari hampir 30 ribu orang yang mendaftar, hanya 10.405 yang berhasil lolos di batch awal ini. Mereka nggak cuma dapat pelatihan teknis, tapi juga "paket lengkap" penunjang karier: uang transport, makan siang, perlindungan asuransi, bahkan kesempatan tinggal di ...
Terobosan dari Atas Jurang: 105 Jembatan Gantung Siap Putus Isolasi Desa
Sumber Daya Manusia

Terobosan dari Atas Jurang: 105 Jembatan Gantung Siap Putus Isolasi Desa

JAKARTA — Selama bertahun-tahun, warga di pelosok Indonesia terbiasa bertaruh nyawa melintasi sungai deras atau jurang curam hanya untuk mencapai sekolah, pasar, atau puskesmas terdekat. Tahun ini, cerita itu mulai diurai. Sebanyak 105 jembatan gantung akan dibangun dan tersebar di 25 provinsi sepanjang 2026. Proyek ini berada di bawah kendali Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). Tujuannya spesifik: menaklukkan medan ekstrem yang selama ini tidak terjangkau solusi jembatan konvensional. Jalan Pintas yang Tidak Memaksa Warga Menunggu Puluhan Tahun Membangun jembatan beton berskala besar di daerah dengan kontur perbukitan terjal atau lembah sungai lebar membutuhkan biaya selangit dan waktu panjang...
Satu per Empat Orang Pekerja di Amerika Pangkas Dana Pensiun, Sebuah Sinyal yang Jadi Perhatian
Sumber Daya Manusia

Satu per Empat Orang Pekerja di Amerika Pangkas Dana Pensiun, Sebuah Sinyal yang Jadi Perhatian

Perusahaan Perlu Tahu, Stres Finansial Bukan Lagi Urusan Pribadi, Ini Soal Produktivitas Untuk pertama kalinya dalam sejarah pencatatan, tingkat kontribusi pekerja terhadap program pensiun perusahaan di Amerika Serikat mengalami penurunan. Pada 2025, satu dari empat karyawan penuh waktu memangkas setoran ke rekening 401(k) atau program sejenis. Rata-rata kontribusi turun dari 9,2% menjadi 8,9%. Angka ini bukan sekadar statistik sepele. Ini adalah sinyal bahwa tekanan ekonomi sudah masuk ke wilayah yang sebelumnya tahan banting: pekerja kelas menengah dengan penghasilan antara US$50.000 hingga US$150.000 per tahun. Mereka tidak kehilangan akses ke program pensiun, tetapi memilih atau terpaksa mengurangi komitmen jangka panjang demi bertahan hari ini. Bukan Cuma Dipotong, tapi Juga ...