Glosarium Machining bidang Pemesinan Industri – Glosarry of Machining
Dibawah ini adalah glosarium beberapa istilah dalam dunia machining. bila kamu sudah lama berkecimpung di bidang pemesinan atau bidang machining silahkan simak dibawah ini. Silahkan di klik istilah dibawah ini :
KLIK PADA ISTILAH YANG INGIN ANDA PAHAMI :
Table of Contents
- Bahan Pemotong Canggih (Advanced Cutting Materials)
- Unsur Paduan untuk Permesinan (Alloying elements for machining)
- Baja Paduan (Alloy Steel)
- Paduan Alumunium (Aluminum Alloys)
- Rentang Aplikasi (Application Range)
- Sudut Pendekatan (KAPR°) – Approach Angle
- Baja Tahan Karat Austenitik (Austenitic Stainless Steel)
- Kedalaman Potong Aksial (Milling AP) – Axial Depth of Cut
- Dimensi Dasar (Basic Dimension)
- Ukuran Dasar (Basic Size)
- Skala Brinell (Brinell scale)
- Tepi Terbentuk (BUE) – Built-Up Edge
- Karbon (C) – Carbon (c)
- Baja Karbon (Carbon Steel)
- Besi Cor (Cast Iron)
- Insert CBN (CBN Inserts)
- Insert Keramik (Ceramic Inserts)
- Insert Cermet (Cermet Inserts)
- Beban Chip (Chip Load)
- Pengurangan Chip (Chip Thinning)
- Kromium (Cr) – Chromium (Cr)
- Kebulatan (Circularity)
- Keliling Lingkaran (Circumference)
- Pasangan Longgar (Clearance Fit)
- Mesin CNC (CNC Machine)
- Lapisan (Coating)
- Pengerjaan Dingin (Cold Working/Rolled/Drawn)
- Konsentrisitas (Concentricity)
- Tabrakan (Crash)
- Tepi Potong (Cutting Edge)
- Kecepatan Potong (Cutting Speed)
- CVD – Deposisi Uap Kimia (Chemical Vapor Deposition)
- Waktu Siklus (Cycle Time)
- Silindrisitas (Cylindricity)
- Datum
- Kedalaman Potong (Frais) (Depth of Cut – Milling)
- Bidang Median Turunan (Derived Median Plane)
- Deviasi (Deviation/Allowance)
- Lapisan DLC (DLC Coating)
- Pengeboran (Drilling)
- Duktilitas (Ductility)
- Pasangan Teknik (Engineering Fit)
- Kerangka Kontrol Fitur (Feature Control Frame)
- Fitur Ukuran (Feature of Size)
- Pemakanan per Putaran (Frais & Pengeboran) (Feed per Revolution)
- Pemakanan per Gigi (Feed per Tooth)
- Laju Pemakanan (Bubut) (Feedrate – Turning)
- Basis Pasangan (Fit Basis)
- Jenis Pasangan (Fit Types)
- Baja Mudah Dikerjakan (Free-Machining Steel)
- Segitiga Dasar (Fundamental Triangle)
- Blok Jangka (Gauge Blocks)
- GD&T – Geometri Dimensi & Toleransi (Geometric Dimensioning and Tolerancing)
- Aturan GD&T (GD&T Rule)
- Kelas (Grade)
- Pembuatan Alur (Grooving)
- Kekerasan (Hardness)
- Tinggi Segitiga Dasar Ulir (Height of Fundamental Triangle)
- Basis Lubang (Hole Basis)
- Lubang (Engineering Fits)
- Honing (Honing)
- Besi (Iron/Fe)
- Baja (Steel/ISO P)
- Stainless Steel (ISO M)
- Martensitic Stainless
- Superalloy (ISO S)
- Nonferrous (ISO N)
- Hot Rolled
- Machinability
- Work Hardening
- Manganese (Mn)
- Molybdenum (Mo)
- Nickel (Ni)
- Titanium (Ti)
- Turning (Bubut)
- Milling (Frais)
- Knurling
- Parting Off
- Thread Milling
- RPM
- IPR (Inch Per Revolution)
- Feed Rate (Frais)
- Radial Depth of Cut (AE/RDOC)
- Metal Removal Rate (MRR)
- Machining Power
- Specific Cutting Force (Kc)
- Pitch
- Lead
- Major Diameter
- Minor Diameter
- Pitch Diameter
- Crest
- Root
- Thread Height
- Lead Angle
- Multi-Start Thread
- MMC (Maximum Material Condition)
- LMC (Least Material Condition)
- Transition Fit
- Press Fit (Interference Fit)
- Shaft Basis
- Tolerance Class
- Limit of Size
- HRC/HRB (Rockwell)
- HV (Vickers)
- Ra
- Rz
- Tungsten Carbide (WC)
- Substrate
- PVD (Physical Vapor Deposition)
- PCD (Polycrystalline Diamond)
- Land
- Notch Wear (Vg)
- Toughness
- Over Wire
- L1 Gage (NPT)
- Runout
- Sine Bar / Sine Plate
- Thou
Bahan Pemotong Canggih (Advanced Cutting Materials)
Ini material khusus buat bikin alat potong di dunia permesinan. Contohnya, CBN (Boron Nitride Kubik), keramik, sama cermet. Mereka tahan panas dan aus, jadi pas banget buat motong material keras atau kerja di kecepatan tinggi.
Unsur Paduan untuk Permesinan (Alloying elements for machining)
Ini unsur kimia yang ditambahin ke logam dasar kayak besi atau aluminium supaya sifatnya makin oke, misal biar lebih kuat, tahan aus, atau gampang dipotong. Contohnya krom, nikel, sama molibdenum.
Baja Paduan (Alloy Steel)
Baja jenis ini punya tambahan unsur paduan kayak krom, nikel, atau molibdenum. Tujuannya biar sifat mekanisnya naik, makin tahan korosi, atau gampang dikeraskan. Biasanya dipakai buat baja perkakas atau stainless steel.
Baca Juga : jenis baja berdasarkan kandungan kimianya
Paduan Alumunium (Aluminum Alloys)
Logam campuran berbasis aluminium yang diperkuat sama unsur kayak tembaga, magnesium, atau silikon. Hasilnya lebih kuat, keras, dan tahan korosi. Sering dipakai buat komponen ringan, kayak bodi pesawat atau mobil.
Rentang Aplikasi (Application Range)
Ini ngomongin batasan material, kecepatan potong, atau kondisi kerja yang bisa ditangani alat atau metode permesinan tertentu. Misal, berapa rentang kecepatan putar buat motong material tertentu.
Sudut Pendekatan (KAPR°) – Approach Angle
Sudut antara arah gerak alat potong sama permukaan benda kerja. Sudut ini ngaruh ke kedalaman potong, seberapa cepat alat aus, sama kualitas permukaan hasil potongannya.
Baja Tahan Karat Austenitik (Austenitic Stainless Steel)
Jenis baja tahan karat dengan struktur austenit, terkenal tahan korosi. Nggak bisa dikeraskan dengan pemanasan, dan sering dipakai di lingkungan korosif kayak alat medis atau kapal.
baca juga : mengapa stainless steel lebih tahan karat
Kedalaman Potong Aksial (Milling AP) – Axial Depth of Cut
Ini kedalaman potong sepanjang sumbu alat waktu proses frais. Nilainya nentuin beban alat, seberapa efisien pemotongan, dan hasil permukaannya.
Dimensi Dasar (Basic Dimension)
Ukuran utama yang jadi acuan desain komponen, biasanya sudah ditentukan sama standar teknis atau kebutuhan fungsi. Contohnya, diameter poros.
Ukuran Dasar (Basic Size)
Ukuran nominal yang jadi patokan buat ngitung toleransi waktu permesinan. Misal, diameter 10 mm yang dipakai buat nentuin batas toleransi ±0,02 mm.
Skala Brinell (Brinell scale)
Cara ngukur kekerasan material: bola baja ditekan ke permukaan material pakai beban tertentu, terus diameternya bekas tekanannya diukur buat dapetin nilai kekerasan.
baca juga : cara kerja hardness tester digital
Tepi Terbentuk (BUE) – Built-Up Edge
Lapisan material benda kerja yang nempel di tepi alat potong gara-gara panas dan tekanan saat motong. Ini bisa bikin hasil permukaan jadi kurang bagus dan alat potong cepat aus.
Karbon (C) – Carbon (c)
Unsur kimia penting yang banyak ngaruh ke sifat baja. Makin tinggi karbon, makin keras dan kuat bajanya, tapi jadi lebih susah dilas dan kurang ulet.
Baja Karbon (Carbon Steel)
Baja yang isinya terutama besi sama karbon (0,05–2%), minim atau bahkan nggak ada unsur paduan lain. Dipakai buat aplikasi umum karena gampang dikerjakan dan murah.
baca juga : contoh baja karbon rendah
Besi Cor (Cast Iron)
Logam cor dengan kandungan karbon tinggi (2–4%), gampang dicor tapi sifatnya rapuh dan kurang lentur. Biasanya dipakai buat blok mesin atau basis mesin.
Insert CBN (CBN Inserts)
Insert alat potong yang terbuat dari Boron Nitride Kubik (CBN). Tahan panas dan aus banget, jadi cocok buat motong material keras kayak baja perkakas.
Insert Keramik (Ceramic Inserts)
Insert alat potong dari keramik yang tahan banget sama suhu tinggi. Biasanya dipakai buat motong cepat material keras kayak besi cor dan baja.
Insert Cermet (Cermet Inserts)
Insert alat potong yang bahannya campuran keramik dan logam (cermet). Tahan aus dan cocok buat motong presisi material kayak baja dan besi cor.
Beban Chip (Chip Load)
Jumlah material yang dipotong tiap gigi alat potong setiap putaran. Nilai ini ngaruh ke laju pemotongan, keausan alat, dan kualitas chip yang dihasilkan.
Pengurangan Chip (Chip Thinning)
Fenomena di mana ketebalan chip berkurang karena bentuk alat potong atau sudut potong. Ini ngaruh ke efisiensi pemotongan dan keausan alat, apalagi kalau motong dengan kedalaman radial kecil.
Kromium (Cr) – Chromium (Cr)
Unsur paduan yang bikin baja makin tahan korosi dan keras. Biasanya dipakai di stainless steel dan baja paduan supaya kualitas permukaannya lebih bagus.
Kebulatan (Circularity)
Parameter buat ngukur seberapa bulat permukaan lingkaran suatu komponen. Penting banget buat bagian yang berputar kayak poros dan bearing supaya jalan mulus tanpa getar.
Keliling Lingkaran (Circumference)
Panjang garis lengkung di sekeliling lingkaran. Dihitung dengan rumus 2 × π × jari-jari atau π × diameter.
Pasangan Longgar (Clearance Fit)
Kondisi di mana poros lebih kecil dari lubangnya sehingga kedua komponen bisa bergerak bebas saat dirakit.
Mesin CNC (CNC Machine)
Mesin CNC adalah Mesin perkakas yang dikendalikan komputer untuk memotong atau membentuk material secara otomatis. Umumnya memiliki 2–5 sumbu gerak, seperti mesin bubut, frais, gerinda, atau laser cutting.
Lapisan (Coating)
Lapisan tipis (3–20 mikron) yang dilapiskan pada alat potong untuk meningkatkan ketahanan panas dan keausan. Biasanya terdiri dari campuran titanium nitrida, aluminium oksida, dan titanium karbon nitrida.
Pengerjaan Dingin (Cold Working/Rolled/Drawn)
Proses membentuk logam di bawah suhu rekristalisasi (biasanya suhu ruang), seperti digulung atau ditarik, untuk meningkatkan kekuatan material tanpa menggunakan panas.
Konsentrisitas (Concentricity)
Toleransi geometri yang mengukur sejauh mana sumbu suatu fitur (misalnya lubang) sejajar dengan sumbu fitur acuan (datum). Dua benda dikatakan konsentris jika memiliki pusat yang sama.
Tabrakan (Crash)
Kecelakaan saat alat potong menabrak benda kerja atau fixture akibat kesalahan program CNC atau operator. Akibatnya bisa berupa patahnya alat hingga kerusakan mesin.
Tepi Potong (Cutting Edge)
Bagian tajam alat potong yang bersentuhan langsung dengan material. Meski panjangnya kurang dari 1 mm, kondisi tepi potong sangat menentukan kualitas hasil potong dan umur alat.
Kecepatan Potong (Cutting Speed)
Kecepatan relatif antara tepi alat potong dan permukaan benda kerja, biasanya diukur dalam meter per menit (m/min) atau surface feet per minute (SFM). Nilainya disesuaikan dengan jenis material yang dipotong.
CVD – Deposisi Uap Kimia (Chemical Vapor Deposition)
Metode pelapisan di mana lapisan terbentuk melalui reaksi kimia gas pada suhu tinggi. Hasilnya lapisan tebal (5–25 mikron) dengan daya rekat sangat kuat pada substrat.
Waktu Siklus (Cycle Time)
Total waktu yang dibutuhkan mesin untuk menyelesaikan satu komponen, termasuk waktu potong, penggantian alat, dan pemasangan benda kerja.
Silindrisitas (Cylindricity)
Toleransi geometri yang mengukur seberapa sempurna bentuk silinder suatu permukaan. Permukaan harus berada di antara dua silinder konsentris imajiner sebagai batas toleransi.
Datum
Titik, garis, atau bidang acuan pada gambar teknik yang digunakan sebagai patokan pengukuran fitur lainnya. Ditandai dengan huruf kapital dalam kotak pada gambar.
Kedalaman Potong (Frais) (Depth of Cut – Milling)
Pada frais ada dua jenis:
- Kedalaman radial (AE/RDOC): lebar pemotongan tegak lurus sumbu alat.
- Kedalaman aksial (AP/ADOC): kedalaman pemotongan searah sumbu alat.
Bidang Median Turunan (Derived Median Plane)
Bidang imajiner yang dibentuk dari titik tengah semua segmen garis antara dua permukaan berlawanan. Digunakan sebagai acuan pengukuran dalam GD&T.
Deviasi (Deviation/Allowance)
Selisih antara ukuran aktual dengan ukuran dasar (nominal). Deviasi menentukan posisi zona toleransi terhadap garis nol pada sistem pasangan.
Lapisan DLC (DLC Coating)
Lapisan berbasis karbon yang sangat keras dan licin. Cocok untuk memotong aluminium pada kecepatan tinggi dengan umur alat lebih panjang, sebagai alternatif ekonomis pengganti PCD.
Pengeboran (Drilling)
Proses membuat lubang bulat dengan mata bor berputar. Bisa dilakukan pada mesin frais (bor berputar, benda diam) atau mesin bubut (benda berputar, bor diam).
Duktilitas (Ductility)
Kemampuan material untuk mengalami deformasi plastis (melengkung atau meregang) sebelum patah. Material ulet cenderung menghasilkan serpihan panjang dan mudah membentuk BUE (Built-Up Edge).
Pasangan Teknik (Engineering Fit)
Tingkat kekencangan atau kelonggaran antara dua komponen yang dipasangkan (misalnya poros dan lubang). Menentukan apakah komponen bisa bergerak bebas, pas ketat, atau harus dipres.
Kerangka Kontrol Fitur (Feature Control Frame)
Kotak berisi simbol toleransi geometri pada gambar teknik. Berisi informasi: simbol toleransi, nilai toleransi, dan datum acuan.
Fitur Ukuran (Feature of Size)
Fitur geometris yang bisa diukur dengan dua titik, seperti diameter lubang atau tinggi balok. Harus memiliki dimensi dengan toleransi (misal: Ø25 ±0,1 mm).
Pemakanan per Putaran (Frais & Pengeboran) (Feed per Revolution)
Jarak tempuh alat potong selama satu putaran spindel, dinyatakan dalam mm/putaran. Penting untuk menghitung beban potong per gigi.
Pemakanan per Gigi (Feed per Tooth)
Jarak tempuh alat frais per satu gigi dalam satu putaran. Dihitung dengan membagi feed per putaran dengan jumlah gigi alat. Menentukan ketebalan serpihan yang terbentuk.
Laju Pemakanan (Bubut) (Feedrate – Turning)
Jarak yang ditempuh alat potong sepanjang benda kerja dalam satu putaran benda kerja, dinyatakan dalam mm/putaran. Berbeda dengan frais yang menggunakan mm/menit.
Basis Pasangan (Fit Basis)
Sistem standar pasangan komponen yang terbagi dua:
- Basis lubang: ukuran lubang tetap, poros disesuaikan.
- Basis poros: ukuran poros tetap, lubang disesuaikan.
Jenis Pasangan (Fit Types)
Tiga kategori utama pasangan teknik:
- Clearance – ada celah, komponen bisa bergerak.
- Transition – bisa longgar atau agak ketat tergantung toleransi.
- Interference/Press – harus dipres untuk dirakit karena poros lebih besar dari lubang.
Baja Mudah Dikerjakan (Free-Machining Steel)
Baja karbon yang ditambah unsur khusus (seperti sulfur atau timbal) agar mudah dipotong, menghasilkan serpihan pendek, dan memperpanjang umur alat.
Segitiga Dasar (Fundamental Triangle)
Segitiga imajiner yang membentuk profil dasar ulir. Sudut-sudutnya terbentuk dari perpanjangan sisi profil ulir yang berpotongan.
Blok Jangka (Gauge Blocks)
Blok presisi berukuran tetap yang bisa ditumpuk untuk membentuk dimensi pengukuran akurat. Digunakan sebagai standar kalibrasi alat ukur.
GD&T – Geometri Dimensi & Toleransi (Geometric Dimensioning and Tolerancing)
Sistem simbol pada gambar teknik untuk mendefinisikan bentuk, orientasi, lokasi, dan profil komponen secara presisi, bukan hanya ukuran linear.
baca juga : toleransi skala gambar teknik
Aturan GD&T (GD&T Rule)
Fitur dengan ukuran (misalnya diameter) tidak boleh melebihi batas material maksimum (MMC) meskipun ada toleransi geometri. Bentuk tetap dibatasi oleh dimensi dasarnya.
Kelas (Grade)
Klasifikasi insert karbida berdasarkan komposisi material, jenis lapisan, dan ketahanannya terhadap panas/keausan. Setiap grade cocok untuk material dan kondisi potong tertentu.
Pembuatan Alur (Grooving)
Operasi bubut untuk membuat alur melingkar pada permukaan benda kerja. Termasuk operasi menantang karena alat alur biasanya tipis dan kurang kaku.
Kekerasan (Hardness)
Ketahanan material terhadap goresan atau deformasi lokal. Material keras lebih tahan aus tapi cenderung rapuh dan sulit dipotong.
Tinggi Segitiga Dasar Ulir (Height of Fundamental Triangle)
Jarak vertikal dari puncak ke dasar segitiga imajiner yang membentuk profil ulir. Menentukan kedalaman ulir secara teoritis.
Basis Lubang (Hole Basis)
Sistem pasangan di mana ukuran lubang dibuat tetap (deviasi = 0, simbol H), sedangkan ukuran poros divariasikan untuk mencapai jenis pasangan yang diinginkan (misal: H7/g6).
Lubang (Engineering Fits)
Istilah umum untuk fitur internal pada komponen, tidak hanya lubang bor—bisa juga alur pasak atau rongga lain yang menerima komponen pasangan.
Honing (Honing)
Proses finishing permukaan dalam (seperti silinder mesin) menggunakan batu asah yang bergerak bolak-balik sambil berputar. Menghasilkan permukaan sangat halus dan presisi.
Besi (Iron/Fe)
Unsur dasar penyusun baja. Di alam, besi paling banyak ditemukan di inti bumi. Baja, stainless steel, dan besi cor semuanya berbasis besi.
Baja (Steel/ISO P)
Besi + karbon (0,1–2,5%). Dengan tambahan elemen lain (maks 20%), sifatnya bisa diatur: keras, lentur, tahan panas, dll.
Stainless Steel (ISO M)
Baja dengan minimal 10,5% kromium + sering ada nikel/molibdenum. Tahan karat, mengilap. Ada 3 jenis utama: austenitic (non-magnetik), martensitic (bisa dikeraskan), ferritic (magnetik).
baca juga : komponen penyusun stainless steel
Martensitic Stainless
Stainless yang magnetik, bisa dikeraskan dengan panas. Kromium ~14%, nikel hampir nol, karbon ~0,1%. Kuat tapi kurang tahan karat dibanding jenis lain.
Superalloy (ISO S)
Logam super tahan panas & korosi (basis nikel/kobalt). Dipakai di turbin pesawat & pembangkit listrik. Susah banget dimesin—mudah bikin pahat cepat aus.
Nonferrous (ISO N)
Logam tanpa kandungan besi: aluminium, tembaga, kuningan. Lebih ringan/tahan korosi/konduktif, tapi biasanya lebih mahal dan mekanisnya lebih lemah dari baja.
Hot Rolled
Proses penggilingan logam dalam keadaan panas (di atas suhu rekristalisasi). Hasilnya: permukaan agak kasar, toleransi longgar, tapi murah dan cocok untuk struktur.
Machinability
Seberapa gampang logam dipotong. Dinyatakan dalam persen relatif terhadap baja standar (B1112 = 100%). Contoh: aluminium bisa 200–400% (mudah), titanium 10–20% (sulit).
Work Hardening
Fenomena di mana permukaan logam mengeras saat dipotong karena deformasi. Sering terjadi pada stainless austenitic & titanium—bikin pahat cepat tumpul kalau tidak hati-hati.
Manganese (Mn)
Elemen paduan umum. Di baja: bantu proses heat treatment. Di stainless: pengganti nikel. Di aluminium: naikkan kekuatan.
Molybdenum (Mo)
Tingkatkan ketahanan korosi (terutama terhadap lubang pitting), kekerasan, dan keuletan baja.
Nickel (Ni)
Bikin logam lebih tahan panas & korosi, tapi juga bikin lebih susah dimesin. Semakin banyak nikel, semakin “bandel” materialnya.
Titanium (Ti)
Ringan, kuat, tahan korosi ekstrem. Tapi susah dimesin karena mudah work hardening dan konduktivitas panasnya rendah (panas numpuk di pahat).
Turning (Bubut)
Benda kerja berputar, pahat bergerak lurus menyayat. Hasilnya: bentuk silinder, tirus, atau kontur putar.
Milling (Frais)
Pahat berputar, benda kerja diam/bergerak. Cocok untuk membuat bidang datar, alur, atau bentuk kompleks.
Knurling
Tekan roda berpola ke permukaan bulat (di mesin bubut) untuk bikin tekstur gerigi—biar gampang dipegang tangan. Bukan dipotong, tapi material didesak membentuk pola.
Parting Off
Potong benda kerja dari batang materialnya pakai pahat parting di mesin bubut. Operasi wajib untuk bikin part kecil.
Thread Milling
Bikin ulir (dalam/luar) pakai pahat frais yang berputar melingkar + bergerak maju perlahan. Lebih fleksibel daripada tapping, cocok untuk ulir besar atau material keras.
RPM
Putaran per menit. Di bubut: putaran benda kerja. Di frais: putaran pahat.
IPR (Inch Per Revolution)
Satuan laju makan di mesin bubut ala Amerika (inci/putaran). Di luar AS biasanya pakai mm/putaran.
Feed Rate (Frais)
Kecepatan gerak meja mesin (mm/menit atau inci/menit) saat proses frais.
Radial Depth of Cut (AE/RDOC)
Lebar potong pahat frais—seberapa dalam pahat “nyelip” ke benda kerja dari samping. Disebut juga *step over* atau *cut width*.
Metal Removal Rate (MRR)
Volume material yang terbuang per menit (cm³/menit). Semakin besar = semakin produktif, tapi butuh daya mesin lebih besar.
Machining Power
Daya mesin (HP/kW) yang dibutuhkan. Dihitung dari: MRR × Specific Cutting Force (Kc).
Specific Cutting Force (Kc)
Gaya potong yang dibutuhkan untuk memotong 1 mm² geram. Setiap material punya nilai Kc berbeda—baja lebih tinggi dari aluminium.
Pitch
Jarak antar ulir berdekatan (metrik: mm). Imperial pakai TPI (*threads per inch*)—jumlah ulir dalam 1 inci.
Lead
Jarak maju ulir dalam 1 putaran penuh (360°). Untuk ulir single-start: lead = pitch. Untuk multi-start: lead = pitch × jumlah start.
Major Diameter
Diameter terluar ulir—sama dengan ukuran nominal (misal: ulir M10 punya major diameter 10 mm).
Minor Diameter
Diameter terdalam ulir (dasar ulir/root).
Pitch Diameter
Diameter imajiner di tengah-tengah ulir—tempat puncak dan lembah ulir “seimbang”. Paling krusial untuk kecocokan ulir jantan-betina.
Crest
Bagian paling atas ulir (puncak). Biasanya agak datar/bulat sesuai standar.
Root
Bagian paling bawah ulir (dasar lembah). Juga biasanya tidak tajam—ada sedikit flat/bulat.
Thread Height
Jarak vertikal dari crest ke root.
Lead Angle
Sudut kemiringan ulir terhadap sumbu. Makin besar diameternya atau makin kecil pitchnya, makin landai sudutnya.
Multi-Start Thread
Ulir dengan beberapa jalur independen berdampingan. Dipakai kalau butuh gerakan cepat tanpa diameter besar (misal: tutup botol).
MMC (Maximum Material Condition)
Kondisi di mana part punya material paling banyak: poros = diameter maksimum, lubang = diameter minimum. Sering dipakai di GD&T biar toleransi posisi lebih longgar saat part masih “gemuk”.
LMC (Least Material Condition)
Kebalikan MMC: poros = diameter minimum, lubang = diameter maksimum. Jarang dipakai, tapi penting untuk aplikasi khusus seperti seal.
Transition Fit
Poros bisa sedikit lebih besar atau lebih kecil dari lubang. Hasilnya: pas presisi tinggi tapi masih bisa dilepas pasang.
Press Fit (Interference Fit)
Poros sengaja dibuat lebih besar dari lubang. Dipaksa masuk pakai palu/hidrolik—setelah masuk, gesekan kuat bikin part “nyatu” tanpa baut/lem.
Shaft Basis
Sistem toleransi di mana poros ukurannya tetap (deviasi nol), variasi toleransi diatur di lubangnya. Efisien kalau satu poros dipasang ke banyak lubang berbeda.
Tolerance Class
Kode huruf-angka yang tentukan posisi & lebar toleransi (misal: H7, g6). H/g = posisi, 7/6 = tingkat ketelitian.
Limit of Size
Batas atas & bawah ukuran yang diterima. Contoh: lubang Ø25⁺⁰·¹⁵₋₀.₀₅ artinya diterima kalau ukurannya antara 25,05–25,15 mm.
HRC/HRB (Rockwell)
Skala kekerasan logam berdasarkan kedalaman bekas tekan bola/diamond. HRC untuk material keras (baja heat treatment), HRB untuk material lunak (aluminium, kuningan).
HV (Vickers)
Skala kekerasan untuk material sangat keras (karbida, keramik, PCD). Diukur dari luas bekas tekan diamond berbentuk piramida.
Ra
Parameter kekasaran paling umum. Nilainya = rata-rata ketinggian “bukit-lembah” mikro di permukaan. Semakin kecil Ra = semakin halus.
Rz
Ukur jarak dari puncak tertinggi ke lembah terdalam dalam satu profil. Nilainya selalu lebih besar dari Ra.
Tungsten Carbide (WC)
Bahan dasar insert—bubuk abu-abu campuran tungsten + karbon. Sangat keras & tahan aus, tapi rapuh kalau kena benturan keras.
Substrate
Badan dasar insert sebelum dilapisi. Semakin keras substratenya, semakin tahan aus tapi semakin rapuh.
PVD (Physical Vapor Deposition)
Metode pelapisan fisika—lapisan tipis (1–6 µm) menempel dengan tegangan tekan yang bikin insert lebih tahan benturan. Cocok untuk finishing.
PCD (Polycrystalline Diamond)
Berlian sintetis (90–95% berlian murni). Paling keras di dunia pahat—khusus untuk aluminium, komposit, non-ferrous. Tidak boleh dipakai untuk material berbasis besi (bikin berlian cepat aus).
Land
Area datar kecil (0,05–0,5 mm) di ujung mata potong yang menghubungkan ujung tajam dengan sudut rake. Penting untuk kekuatan insert.
Notch Wear (Vg)
Keausan berbentuk takik di garis kedalaman potong—sering muncul saat bubut stainless austenitic atau superalloy. Tanda parameter kurang tepat.
Toughness
Ketahanan insert terhadap retak/patah saat kena benturan atau getaran. Insert “tough” lebih lentur, cocok untuk roughing atau mesin kurang rigid.
Over Wire
Cara ukur diameter pitch ulir pakai mikrometer + kawat presisi yang diselipkan di antara ulir. Hasil pengukuran dikonversi jadi nilai pitch diameter.
L1 Gage (NPT)
Ukuran kritis untuk ulir pipa NPT. Pakai ring gage (ulir luar) atau plug gage (ulir dalam). Saat diputar “hand tight”, bahu gage harus sejajar dengan ujung ulir.
Runout
Seberapa “goyang” permukaan saat diputar 360° terhadap sumbu datum. Runout besar = part tidak center atau ada cacat geometri.
Sine Bar / Sine Plate
Alat presisi untuk ukur/sudut part pakai prinsip trigonometri. Sine bar untuk part kecil, sine plate untuk part besar yang perlu dijepit saat frais/grinding.
Thou
Singkatan dari “thousandth of an inch” (0,001 inci = 0,0254 mm). Satuan presisi favorit di bengkel Amerika. Contoh: “clearance 2 thou” = 0,05 mm.