Pertama kali saya mencoba mengelas, hasilnya lebih mirip sarang lebah daripada sambungan logam. Ada lubang di sana-sini, percikan kawat elektroda bertebaran, dan bos saya menatap hasil kerja saya dengan ekspresi yang… tidak bisa saya deskripsikan dengan kata-kata sopan.
Itulah momen saya sadar bahwa cacat las bukan sekadar masalah estetika, ini soal keselamatan dan kualitas struktur. Kalau kamu welder pemula atau bahkan yang sudah berpengalaman, pasti pernah berhadapan dengan hasil las yang bikin geleng-geleng kepala.
Tapi tenang, setiap cacat las punya penyebab yang jelas dan yang lebih penting, bisa dicegah. Di artikel ini, kita akan bahas tuntas jenis-jenis cacat las, dari yang tersembunyi di dalam material hingga yang langsung terlihat mata, plus tips praktis agar hasil lasmu makin rapi dan kuat.
Cacat Las Internal: Musuh yang Bersembunyi
Cacat las internal adalah yang paling berbahaya. Kenapa? Karena kamu tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang. Butuh pengujian NDT (Non-Destructive Testing) seperti radiografi atau ultrasonik untuk mendeteksinya. Kalau dibiarkan, cacat ini bisa menyebabkan kegagalan struktur yang serius.
Slag Inclusion (Inklusi Terak)
Slag inclusion terjadi ketika terak dari proses pengelasan terperangkap di dalam logam las. Ini biasanya disebabkan oleh:
- Pembersihan terak yang tidak tuntas antara lapisan las
- Sudut elektroda yang salah
- Arus pengelasan terlalu rendah
Solusinya sederhana: bersihkan terak dengan sikat kawat setiap kali selesai satu lapisan, dan pastikan arus lasmu sudah sesuai spesifikasi material.
Incomplete Penetration (Penetrasi Tidak Sempurna)

Ini terjadi ketika logam las tidak menembus seluruh ketebalan material yang disambung. Akibatnya? Sambungan terlihat bagus di permukaan, tapi rapuh di dalamnya. Penyebab utamanya antara lain:
- Arus terlalu rendah
- Kecepatan gerak elektroda terlalu cepat
- Celah sambungan (root gap) terlalu sempit
Pastikan kamu mengatur parameter las sesuai tebal material, dan jangan terburu-buru saat menggerakkan elektroda.
Porosity (Porositas)
Porositas adalah kondisi di mana gelembung gas terperangkap di dalam logam las, menciptakan rongga-rongga kecil. Bayangkan seperti keju Swiss yang kelihatan menarik, tapi bukan pilihan yang bagus untuk sambungan struktural.
Penyebab umum porositas meliputi:
- Kelembapan pada elektroda atau material
- Kontaminasi oli, karat, atau cat pada permukaan logam
- Perlindungan gas yang tidak memadai (untuk pengelasan MIG/TIG)
Simpan elektroda di tempat kering dan bersihkan material las secara menyeluruh sebelum mulai mengelas.
Cacat Las Visual (Eksternal): Yang Langsung Terlihat
Cacat las eksternal lebih mudah dideteksi, tapi bukan berarti lebih mudah diterima. Selain mengurangi kekuatan sambungan, cacat visual juga mencerminkan kualitas kerja seorang welder secara keseluruhan.
Undercut (Takikan)
Undercut adalah alur atau cekungan yang terbentuk di sepanjang tepi jalur las. Ini terjadi karena:
- Arus terlalu tinggi
- Sudut elektroda yang tidak tepat
- Kecepatan gerak terlalu cepat
Undercut mengurangi ketebalan material induk di sekitar sambungan, yang artinya titik tersebut menjadi lebih lemah. Turunkan amper sedikit dan perhatikan sudut elektroda agar tetap konsisten.
Overspatter (Percikan Berlebihan)
Kalau area sekitar jalur las penuh dengan titik-titik logam kecil yang menempel, itulah overspatter. Selain merusak tampilan, membersihkan spatter juga membuang waktu produktif.
Penyebabnya bisa berupa:
- Arus terlalu tinggi
- Elektroda lembap
- Jarak busur yang terlalu jauh
Gunakan anti-spatter spray sebelum mengelas dan pastikan jarak elektroda ke material sudah tepat.
Cracks (Retak)
Retak adalah cacat las paling serius di kategori visual. Ada dua jenis utama:
- Hot crack terjadi saat logam las masih dalam kondisi panas, biasanya karena kandungan sulfur tinggi atau tegangan sisa yang besar
- Cold crack muncul setelah logam mendingin, sering dikaitkan dengan material berkadar karbon tinggi dan pendinginan yang terlalu cepat
Preheating material sebelum mengelas dan mengontrol laju pendinginan adalah langkah krusial untuk mencegah retak.
Tips Profesional: Cara Menghindari Cacat Las

Setelah tahu musuhnya, sekarang saatnya membangun pertahanan. Berikut langkah-langkah praktis yang bisa kamu terapkan mulai dari hari ini:
1. Persiapan Material yang Teliti
- Bersihkan permukaan dari karat, oli, dan kotoran menggunakan sikat kawat atau gerinda
- Pastikan material bebas kelembapan sebelum dilas
- Sesuaikan celah sambungan (fit-up) sesuai standar prosedur pengelasan (WPS)
2. Pilih Parameter Las yang Tepat
- Atur amper, voltase, dan kecepatan pengelasan sesuai jenis dan tebal material
- Jangan malas membaca datasheet elektroda atau kawat las yang kamu gunakan
- Lakukan uji coba pada material sisa sebelum mengelas pada pekerjaan utama
3. Teknik Pergerakan Elektroda yang Konsisten
- Pertahankan sudut elektroda 70–80° terhadap material (untuk posisi datar)
- Jaga jarak busur tetap stabil—tidak terlalu jauh, tidak terlalu dekat
- Gunakan pola ayunan (weaving) yang konsisten untuk jalur las yang lebih lebar
Baca Juga :
– Posisi Pengelasan dan Cara Pengerjaannya
– macam macam kode kawat las
4. Perawatan Elektroda dan Peralatan
- Simpan elektroda terbungkus di oven elektroda atau tempat kedap udara
- Periksa kondisi kabel las dan torch secara rutin
- Kalibrasi mesin las secara berkala untuk memastikan output yang akurat
5. Inspeksi Selama dan Setelah Pengelasan
- Lakukan inspeksi visual setiap selesai satu lapisan
- Bersihkan terak secara menyeluruh sebelum melanjutkan ke lapisan berikutnya
- Untuk pekerjaan kritis, lakukan pengujian NDT seperti dye penetrant test atau ultrasonic test
Terus Las, Terus Belajar
Cacat las memang menjengkelkan, tapi setiap cacat adalah guru yang baik—kalau kamu mau belajar darinya. Slag inclusion, incomplete penetration, porosity, undercut, overspatter, hingga retak, semuanya punya pola dan solusi yang bisa dipahami.
Yang membedakan welder biasa dengan welder profesional bukan soal seberapa jarang mereka membuat kesalahan. Melainkan seberapa cepat mereka mengidentifikasi masalah dan memperbaikinya. Mulai dari persiapan material yang cermat, pengaturan parameter yang tepat, hingga teknik gerak elektroda yang konsisten, semua itu adalah investasi kecil yang berdampak besar pada kualitas hasil las.
Jadi, lain kali hasilmu tidak sempurna, jangan langsung frustrasi. Analisis cacatnya, cari penyebabnya, dan coba lagi. Hasil las sempurna bukan keberuntungan, itu hasil dari latihan yang konsisten dan pemahaman yang solid.
Please Share This Article
