Perbedaan arus AC dan DC pada umumnya bisa kamu lihat pada bentuk gelombang dan polaritas yang dimilikinya. Jadi, sifat dan karakteristik yang peralatan yang memakai arus AC akan sangat berbeda dengan peralatan yang memakai arus DC.

perbedaan arus ac dan dc

Hampir setiap orang di zaman modern ini sudah merasakan yang namanya manfaat dari adanya arus listrik. Fungsi dan kegunaannya pun sudah kita rasakan di kehidupan sehari-hari. Tapi, gak banyak juga yang cukup paham tentang arus listrik yang ada dialirkan melalui dua cara yang berbeda. Ada yang menggunakan AC sebagai arus listrik bolak-balik, dan ada juga yang menggunakan DC sebagai arus listrik lain yang dialirkan dalam satu arah.

Yuk! Kenalan dengan Jenis Mata Bor yang Gak Banyak Orang Tahu!

Namun, sebagian besar alat elektronik pada era digital ini selalu menggunakan sumber arus listrik searah DC. Yang paling penting disini adalah kalian harus benar-benar paham beberapa konsep tentang arus dua arah AC. Karena banyak juga rumah-rumah yang masih menggunakan arus AC sebagai sumber listriknya. Disamping itu, arus AC juga bisa kalian pakai kalau mau mengirimkan aliran listrik jarak jauh dengan cara mengkonversi level tegangan yang memakai komponen tunggal (trafo).

Pengertian Arus AC dan DC

Alternating Current atau yang biasa kita kenal dengan arus listrik AC adalah sumber listrik dengan tegangan yang cukup besar berarus bolak-balik dan arah arusnya yang berubah-ubah. Di awal ulasan sudah disinggung ya, buat kamu yang mau mengalirkan arus listrik jarak jauh, kamu bisa memakai arus bertipe AC lho, karena cukup aman untuk dipakai. Alasan lainnya adalah dengan adanya perputaran magnet yang berada di sepanjang kawat menjadi faktor dari arah aliran elektron.

perbedaan arus ac dan dc
ilustrasi perbedaan arus AC

Di negara kita sendiri, sumber listrik dengan arah arus AC ini berada dibawah naungan Perusahaan Listrik Negara atau yang lebih kita kenal sebagai PLN ya. Menurut sumber dari salah satu artikel yang pernah penulis baca beberapa tahun lalu, untuk listrik AC 1 (satu) fasa tegangan standar yang dimiliki Indonesia adalah sebesar 220 Volt yang berfrekuensi sebesar 50Hz. Dan bisa jadi ada perubahan lagi dari besar tegangan yang diberikan oleh PLN.

Selain itu, tegangan dan frekuensi itulah yang ada dalam setiap rumah. Terkecuali, kalau rumahmu tidak berlangganan PLN, maka faktor daya di arus AC harus berada di antara 0 (nol) dan satu. Agar lebih aman, ada MCB ( Miniature Circuit Breaker ) yang merupakan pembatas sekaligus pengaman yang digunakan PLN untuk arus AC yang didapatkan dari generator arus bolak-balik.

Logam Terkuat di Dunia? Emang Ada? Yuk Kepoin!

Sejarah Diciptakannya Arus AC dan DC

Direct Current atau lebih dikenal sebagai arus listrik DC adalah arus searah yang biasanya banyak diterapkan pada perangkat elektronik seperti laptop, computer, lampu LED, radio, TV dan lain sebagainya. Kalau tadi dikatakan bahwa faktor daya arus AC berada di skala antara 0 dan 1. Maka faktor lain yang dimiliki arus DC harus selalu berada di angkat satu. Dan arus DC ini bisa kamu temui dari sell atau baterai. Intinya adalah sebagian besar perangkat yang menggunakan arus listrik DC adalah perangkat elektronik yang sering kita manfaatkan sehari-hari.

Berbeda dengan arus AC yang bisa mengalirkan arus listrik relatif jauh, kalau arus DC ini justru semakin jauh jaraknya maka akan semakin melemah energi yang tersalurkan. Bahkan bisa sampai kehilangan energinya juga lho. kok bisa? Apa sih penyebabnya? Hal itu dikarenakan arah aliran elektron yang ada pada arus DC memiliki daya magnet yang stabil di sepanjang kawat.

Sistem Arus DC

Sebelum kita berlanjut ke pembahasan tentang perbedaan tegangan arus AC dan DC, ada baiknya kita tahu dan pahami dulu nih asal muasal dari perbedaan arus AC dan DC tersebut. Oke, jadi singkatnya begini, adanya medan magnet di dekat kawat mengakibatkan elektron mengalir ke satu arah yang mengikuti kawat. Karena sisi negatif dari magnet menolak arus lalu ia akan ditarik ke sisi positif magnet. Itulah bagaimana arus DC dari sebuah baterai diciptakan oleh seorang Thomas Edison.

@jasabubutcnc 0878-7368-2510

Seiring dengan berjalannya waktu, karena sistem bolak-balik (AC) lebih aman dan efektif saat dialirkan ke jarak yang lebih jauh seperti antar rumah dan kota, begitupun daya yang dihantarkannya juga lebih besar maka terciptalah arus AC disamping arus DC. Siapa gerangan yang telah mengembangkan system arus tersebut? Yap! Nikola Tesla!

Menurut pada apa yang ditemukannya, disaat Thomas Edison tidak menggunakan sistem magnetis bersama kabel, Nikola kemudian menggantinya dengan magnet yang berputar. Elektron akan bergerak menuju sisi positif ketika magnet mengarah ke satu arah. Tapi, elektron akan bergerak menuju ke arah sebaliknya ketika magnet berbalik arah.

Perbedaan Tegangan AC dan DC

Perbedaan arus AC dan DC berikutnya kalau kita perhatikan mana sih yang lebih berbahaya? arus AC ataukah arus DC? Kira-kira apa ya jawabannya? Oke, dari apa yang sudah kita bahas sebelumnya, kita bisa lihat dari banyaknya jumlah kasus orang yang tersengat arus listrik. Dan, ternyata faktanya adalah arus AC cenderung lebih berbahaya daripada arus DC.

Kalau dibandingkan dengan sengatan langsung dari arus DC, selama ini yang paling sering terjadi adalah sengatan yang berasal dari arus AC. Tapi, kalau tegangan listriknya bernilai kecil, maka pendapat tersebut tidak berlaku. Karena, sesuai dari bagaimana sistem kerja arus listrik itu  mengalir, maka disini bisa dikatakan bahwa tentunya arus DC jauh lebih berbahaya.