Logam Kuningan adalah sebuah logam yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Dewasa ini kita sering menemukan berbagai macam bentuk peralatan rumah tangga, mainan dan lain sebagainya berbahan dasar kuningan.

Namun apakah kita tahu dan memahami tentang komponen apa sajakah yang membentuk alat tersebut? Apakah campuran dari banyak unsur? Atau murni satu unsur logam kuningan? Berikut akan kami paparkan keterangan lebih lanjut seputar ‘logam Kuningan’!.

logam kuningan

Sejarah Logam Kuningan

Pengrajin logam kuno di Syria/Turki telah mengetahui cara mencairkan tembaga dengan timah untuk membuat logam perunggu pada awal 3000 sebelum masehi, dan tanpa disadari, di samping membuat perunggu, mereka juga telah membuat logam kuningan. Pengrajin di pesisir Laut Mediterania dapat membedakan bijih timah seng dan mulai mencampurkannya dengan tembaga untuk membuat koin kuningan dan lainnya.

Meskipun mereka bisa membedakan bijih seng dan bijih timah, namun mereka masih tidak paham tentang logam seng. Sampai pada 1746 seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman, Andreas Sigismund Marggraf (1709-1782) memperkenalkan logam seng yang telah diidentifikasikan dan ditentukan sifat-sifatnya. Proses penggabungan logam tembaga dan seng sebagai dasar pembuatan kuningan telah ditetapkan di Inggris pada 1781.

Karakteristik Kuningan

Kuningan adalah logam paduan yang merupakan campuran dari unsur Tembaga dan Seng. Komponen utama logam ini adalah Tembaga yang memiliki kadar berkisar antara 60-96% massa. Membuat kuningan bersifat antiseptik, bisa melewati efek oligodinamis.

Kandungan seng dalam kuningan berkisar antara 32% – 39%. Kadar ini akan meningkatkan kemampuan kerja kuningan di suhu panas, namun akan menurun/terbatas saat berada di lingkungan bersuhu dingin.

Dalam perdagangan dikenal 3 jenis kuningan, yaitu:

  1. Kandungan tembaga yang dimiliki kawat kuningan (brass wire) sekitar 62-95%.
  2. Kandungan tembaga pada pipa kuningan (seamless brass tube) yaitu 6-90%.
  3. Kandungan tembaga pada plat kuningan (brass sheet) antara 60-90%

Paduan ini menghasilkan berbagai macam sifat dan warna. Jumlah seng yang meningkat memberi kekuatan dan keuletan yang lebih baik. Pergantian warna pada kuningan bisa menjadi merah ke kuning tergantung banyaknya atau sedikitnya kadar seng yang ditambahkan ke dalam campuran.

Sifat – Sifat Logam Kuningan

Kuningan memiliki tingkat ketahanan dan kekuatan daripada tembaga, namun tidak sekuat baja atau stainless steel. Logam berwarna cantik ini sangat mudah diaplikasikan ke berbagai bentuk. Juga termasuk ke dalam jenis konduktor panas yang baik.

Karena sifat-sifatnya tersebut, kuningan banyak dipakai membuat pipa, tabung, sekrup, radiator, alat musik, aplikasi kapal laut, dan casing cartridge untuk senjata api.

Selain seng, penambahan unsur lain (kurang dari 5%) digunakan untuk memodifikasi sifat kuningan sehingga menghasilkan material yang lebih tepat untuk aplikasi tertentu misal sebagai bahan baku industri pertahanan dengan unsur besi – meratakan butir, unsur nikel menghaluskan butir dan meningkatkan daya tahan korosi. Penambahan zat seng dan lainnya berdampak besar akan sifat mekanis dan struktur mikro akhir kuningan.

Cara Membedakan Tembaga dan Kuningan

Lau bagaimana cara kita membedakan logam itu tembaga atau kuningan? Berikut ciri-ciri yang dapat digunakan agar kita lebih mudah mengenali beda antara tembaga dan kuningan:

  • Kuningan berwarna keemasan, sedangkan tembaga kemerahan.
  • Kuningan tidak bisa ditarik magnet, sedangkan tembaga bisa.
  • Plat kuningan akan menimbulkan bunyi nyaring ketika diketuk, sedangkan tembaga tidak.

Baik tembaga maupun kuningan dikatakan mirip oleh kebanyakan orang karena warnanya yang hampir sama. Maka dari itu, beberapa ciri tersebut akan lebih memudahkanmu membedakan keduanya.

Baca Juga :

Leave a Reply