- Penyebab Keramik Lantai Terangkat
- Perekat yang Digunakan Tidak Sesuai
- Coverage Adhesive Tidak Mencukupi
- Permukaan Belum Siap untuk Dipasang Keramik
- Cara Memasang Keramik agar Lebih Tahan Lama
- Pastikan Substrat Rata dan Bersih
- Pilih Perekat Berdasarkan Jenis Keramik dan Area
- Aplikasikan Perekat Secara Merata
- Perhatikan Waktu Pengerjaan
- Berikan Waktu yang Cukup Sebelum Area Digunakan
- Apa yang Perlu Diperiksa Jika Keramik Sudah Terangkat?
- Gunakan Lem Keramik Berkualitas Sejak Awal Pemasangan
Keramik yang tiba-tiba terangkat atau berbunyi kopong saat diinjak tentu membuat pemilik bangunan bertanya-tanya. Padahal, masalah seperti ini tidak selalu disebabkan oleh kualitas keramik. Cara pemasangan, kondisi permukaan, hingga material lem keramik yang digunakan juga dapat memengaruhi hasil akhirnya.
Pada beberapa kasus, keramik mulai terangkat beberapa waktu setelah pemasangan selesai. Ada pula yang menunjukkan tanda lebih awal, seperti nat retak, permukaan terasa tidak rata, atau terdengar bunyi kosong ketika diketuk. Jika dibiarkan, bagian yang terangkat dapat semakin luas dan membuat pekerjaan perbaikan menjadi lebih merepotkan.
Karena itu, pemasangan keramik sebaiknya tidak hanya mengejar hasil yang terlihat rapi. Ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan sejak persiapan permukaan sampai penggunaan perekat agar keramik dapat menempel dengan baik.
Penyebab Keramik Lantai Terangkat
Keramik yang terangkat biasanya berkaitan dengan masalah pada proses pemasangan. Kesalahan kecil pada tahap awal bisa memengaruhi daya lekat setelah lantai digunakan.
Berikut beberapa hal yang paling sering menjadi penyebabnya.
Perekat yang Digunakan Tidak Sesuai
Perekat keramik bukan sekadar pengganti semen untuk menempelkan keramik pada lantai. Setiap jenis keramik dan lokasi pemasangan dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.
Keramik berukuran besar, misalnya, memiliki luas permukaan dan bobot yang berbeda dari keramik berukuran kecil. Begitu juga pemasangan pada area interior, eksterior, maupun area yang mengalami perubahan suhu dan kelembapan.
Menggunakan perekat tanpa mempertimbangkan kondisi tersebut dapat membuat daya lekat tidak sesuai dengan kebutuhan. Dalam jangka waktu tertentu, keramik bisa kehilangan ikatannya dengan permukaan dan mulai terangkat.
Karena itu, periksa jenis keramik, ukuran, substrat, dan lokasi aplikasi sebelum menentukan material perekat.
Coverage Adhesive Tidak Mencukupi
Perekat perlu menutupi area kontak antara keramik dan permukaan secara memadai. Jika hanya sebagian kecil bagian belakang keramik yang terkena perekat, akan ada ruang kosong di bawahnya.
Kondisi ini dapat membuat keramik tidak mendapatkan dukungan yang cukup ketika menerima beban. Area kosong juga dapat menjadi titik lemah, terutama pada lantai yang sering dilewati atau menerima beban tertentu.
Untuk mendapatkan coverage yang baik, perekat perlu diaplikasikan menggunakan metode yang sesuai. Pada kondisi tertentu, bagian belakang keramik juga perlu diberi perekat agar kontak antara keramik dan substrat lebih merata.
Permukaan Belum Siap untuk Dipasang Keramik
Permukaan menjadi dasar tempat perekat bekerja. Jika substrat masih memiliki debu, minyak, bagian yang rapuh, atau permukaan yang tidak sesuai, daya lekat perekat dapat terganggu.
Permukaan yang terlalu tidak rata juga dapat membuat ketebalan perekat tidak seragam. Akibatnya, ada bagian keramik yang menempel dengan baik dan ada bagian lain yang memiliki rongga.
Sebelum pemasangan, kondisi substrat perlu diperiksa dan disiapkan sesuai persyaratan material perekat yang digunakan. Jangan terburu-buru memasang keramik hanya karena permukaan terlihat sudah cukup bersih.
Cara Memasang Keramik agar Lebih Tahan Lama

Pemasangan yang baik dimulai jauh sebelum keramik ditempelkan. Persiapan permukaan, pemilihan material, dan cara mengaplikasikan perekat saling berkaitan.
Beberapa hal berikut dapat menjadi perhatian agar risiko keramik terangkat dapat dikurangi.
Pastikan Substrat Rata dan Bersih
Mulai dari kondisi dasar tempat keramik akan dipasang. Permukaan sebaiknya memiliki kekuatan yang memadai, bersih dari debu dan kotoran, serta tidak memiliki bagian yang mudah lepas.
Jika terdapat lubang, retak, atau bagian permukaan yang rusak, lakukan perbaikan terlebih dahulu. Jangan menggunakan perekat keramik untuk mengatasi masalah substrat yang sebenarnya membutuhkan material perbaikan.
Kerataan permukaan juga perlu diperhatikan. Substrat yang terlalu bergelombang dapat menyebabkan ketebalan perekat tidak merata dan menyulitkan keramik mendapatkan kontak yang baik.
Pilih Perekat Berdasarkan Jenis Keramik dan Area
Jangan menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan saat memilih perekat. Material perlu disesuaikan dengan jenis keramik dan lokasi pemasangannya.
Keramik berukuran besar membutuhkan perhatian lebih terhadap daya lekat dan coverage. Sementara itu, area yang terkena perubahan suhu, kelembapan, atau aktivitas tinggi dapat memiliki tuntutan yang berbeda.
Perekat yang sesuai akan membantu membentuk ikatan antara keramik dan substrat sesuai dengan karakteristik aplikasinya. Karena itu, informasi teknis pada produk perlu dibaca sebelum pekerjaan dimulai.
Aplikasikan Perekat Secara Merata
Cara mengaplikasikan perekat ikut menentukan luas kontak antara keramik dan substrat. Perekat sebaiknya diratakan menggunakan alat yang sesuai agar ketebalannya lebih terkendali.
Untuk pemasangan keramik tertentu, terutama yang berukuran besar, metode aplikasi pada substrat dan bagian belakang keramik dapat diperlukan. Tujuannya adalah mendapatkan kontak yang lebih luas dan mengurangi kemungkinan terbentuknya rongga di bawah keramik.
Hindari mengoleskan perekat terlalu tipis hanya untuk menghemat material. Begitu pula sebaliknya, jangan membuat lapisan terlalu tebal untuk mengatasi permukaan yang sebenarnya belum rata.
Perhatikan Waktu Pengerjaan
Perekat memiliki waktu kerja tertentu setelah dicampur atau diaplikasikan. Keramik perlu ditempelkan dalam rentang waktu yang ditentukan agar material masih dapat memberikan daya lekat sesuai fungsinya.
Jika perekat sudah membentuk lapisan pada permukaan dan mulai kehilangan kemampuan untuk melekat, keramik yang ditempelkan di atasnya berisiko tidak mendapatkan kontak yang baik.
Karena kondisi cuaca, suhu, dan jenis substrat dapat memengaruhi proses pengerjaan, selalu ikuti petunjuk aplikasi dari material yang digunakan.
Berikan Waktu yang Cukup Sebelum Area Digunakan
Keramik yang baru dipasang membutuhkan waktu untuk mencapai kondisi yang sesuai sebelum menerima lalu lintas atau beban.
Jangan langsung menggunakan area hanya karena keramik sudah terlihat menempel. Waktu tunggu dapat berbeda tergantung jenis perekat, kondisi lingkungan, dan persyaratan material.
Mengikuti waktu tunggu yang ditentukan membantu menghindari gangguan pada ikatan yang masih dalam proses pengerasan.
Artikel Lainnya :
– Panduan Keselamatan dan Pemilihan Lifting Equipment di Area Industri
– Fungsi dan Manfaat Cat Lantai Beton
Apa yang Perlu Diperiksa Jika Keramik Sudah Terangkat?
Jika keramik sudah terangkat, jangan langsung menempelkan kembali bagian tersebut. Cari tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan ikatannya gagal.
Periksa kondisi bagian bawah keramik dan substrat. Apakah perekat masih menempel pada permukaan? Apakah terdapat rongga yang cukup besar? Apakah substrat mengalami kerusakan? Jawaban dari pemeriksaan tersebut akan membantu menentukan penanganan yang diperlukan.
Jika masalah hanya terjadi pada beberapa keping, perbaikan lokal mungkin dapat dilakukan. Namun, apabila banyak bagian mengalami masalah dengan pola yang sama, kemungkinan terdapat kesalahan pada metode pemasangan atau kondisi dasar yang perlu diperiksa lebih menyeluruh.
Pada kondisi seperti ini, membongkar lalu memasang kembali keramik tanpa memperbaiki penyebab awal hanya berisiko mengulang masalah yang sama.
Gunakan Lem Keramik Berkualitas Sejak Awal Pemasangan
Keramik yang terangkat bukan selalu persoalan pada keramiknya. Perekat yang tidak sesuai, coverage yang kurang, dan permukaan yang belum siap dapat memengaruhi kualitas ikatan antara keramik dan substrat.
Karena itu, pemasangan sebaiknya dimulai dengan pemeriksaan kondisi permukaan dan pemilihan perekat yang memang sesuai dengan jenis keramik serta area aplikasinya. Cara aplikasi dan waktu penggunaan setelah pemasangan juga perlu mengikuti persyaratan material.
Untuk kebutuhan produk lem keramik terbaik, kamu dapat menggunakan SikaCeram®-180 GA sebagai salah satu pilihan tile adhesive dari Sika. Pilih material berdasarkan kebutuhan proyek dan selalu ikuti petunjuk teknis aplikasinya agar sistem pemasangan dapat bekerja sebagaimana dirancang.
Sika telah berpengalaman lebih dari 115 tahun di industri konstruksi dan menyediakan berbagai solusi untuk kebutuhan konstruksi dan finishing. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai material yang sesuai untuk proyek, hubungi tim Sika untuk konsultasi atau kunjungi website Sika : https://idn.sika.com untuk melihat berbagai solusi konstruksi lainnya.
Please Share This Article