Jenis jenis bearing itu sangat banyak jenisnya. Bearing merupakan salah satu komponen yang lebih sering kita temukan pada industri otomotif baik roda dua maupun roda empat. Meskipun dalam dunia non otomotif juga menggunakan namun persentasenya tidak lebih banyak. Oleh sebab itu kamu perlu mengetahui nya.

jenis jenis bearing

Sebelum kita beralih ke jenis dan karakteristiknya, ada baiknya nih, buat yang belum tahu, kita kenalan dulu dengan definisi bearing itu sendiri. Apa itu Bearing?

Bearing adalah sebuah bagian mesin yang berperan untuk membatasi gerak relatif yang menghubungkan antara dua komponen atau lebih supaya bisa bergerak sesuai dengan arah yang diatur, atau bisa juga menyesuaikan dengan keinginan sendiri.

Fungsi bearing adalah untuk meminimalkan gesekan antara dua komponen otomotif yang bergerak. Dengan adanya bearing ini perputaran kedua benda tersebut bisa lancar, halus dan tidak menimbulkan kerusakan pada komponen lain – wikipedia.

Komponen Bearing dan Fungsinya

jenis jenis bearing
  • Dua buah ring atau cincin dengan jalur (raceway).

Ring dalam ( inner ring ) dan ring luar ( outer ring ) berfungsi menahan bola agar tetap berputar di tempat yang sama. Pembuatannya berasal dari material panas seperti baja atau chrome yang berpengaruh pada masa pakai dan terhadap beban yang diterima. Walaupun lebih ringan, tapi penggunaan keramik dan plastik juga kadang dipakai lho.

  • Komponen yang berputar atau bergulir.

Bisa kamu temui yang berbahan keramik dan plastic. Bentuknya pun beragam, roller atau silinder, berbentuk bola, dan juga bisa berbentuk cone atau needle yang keras.

  • Cage ( sarang atau rumah )

Berfungsi sebagai penjaga bola/silinder di tempatnya agar tidak saling bergesekan atau berbenturan sama sama lain.

  • Seal ( penutup )

Nggak semua jenis bearing memakai seal. Ada juga yang kadang tidak memakainya. Padahal, adanya seal ini untuk menghalangi kotoran (debu) yang masuk ke dalam bearing. Dan menjaga pelumas tetap dalam keadaan bersih.

Proses Pemasangan Bearing

Ada beberapa proses yang bisa kamu terapkan saat akan melakukan proses pemasangan pada bearing, yang diantaranya adalah:

  • Proses Balancing yaitu komponen mesin yang kamu pasang harus benar-benar seimbang agar masa bearing lebih tahan lama.
  • Pengaturan setiap sumbu pada mesin harus sejajar, proses ini disebut dengan Proses Allignment.
  • Proses pemberian beban harus disesuaikan dengan jenis bearing yang dipakai, apakah bebannya termasuk jenis aksial atau radial.
  • Saat kamu akan memasang bearing pada poros, kamu juga harus memperhatikan dengan teliti karena proses pengaturan posisi bearing ini akan sangat berpengaruh terhadap keadaan bearing nantinya.

Jenis dan Karakteristiknya

Sebenarnya terdapat banyak sekali jenis bearing yang digunakan untuk otomotif maupun non otomotif. Namun, setidaknya ada 6 jenis bearing yang biasanya digunakan oleh industri otomotif. Nah, berikut ini jenis jenis bearing dan karakteristiknya tersebut.

baca juga : jasa bengkel bubut terdekat dengan anda

Tapered Roller Bearing

jenis jenis bearing
Tapered Roller Bearing

Bearing ini  biasanya akan kita temui pada industri otomotif kendaraan jadul atau kendaraan angkutan berat. Seperti mobil kijang, panther, kendaraan angkutan berat dan bus.

Tapered roller bearing memiliki dua buah roller yang berseberangan yakni ada yang di dalam dan ada yang di luar. Dengan bentuk bearing yang demikian dapat menahan beban putar dari dua arah sekaligus. Dari dalam dan dari luar.

Untuk jenis bearing dan ukurannya Tapered Roller terdiri dari beberapa ukuran. Bisa digunakan sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.

Roller Bearing

jenis jenis bearing
Roller Bearing

Jenis bearing yang satu ini di desain khusus untuk menahan beban baik secara vertikal maupun horizontal. Karena dirancang dengan bentuk roller silinder yang berbentuk memanjang sehingga beban tidak hanya bertumpu pada satu titik.

Needle bearing juga termasuk pada jenis bearing ini. yang mana beban tidak menumpu pada satu titik. Sehingga kekuatan tumpuan beban dapat lebih besar. Bearing ini menggunakan silinder dengan diameter yang sangat kecil. Oleh karena itu bearing ini disamakan dengan jarum atau needle.

Ball Bearing

ball bearing
Ball Bearing

Jenis bearing dan karakteristiknya yang ketiga adalah Ball Bearing. Model ini merupakan macam bearing yang sangat umum digunakan. Tidak hanya digunakan pada automotive equipment, tetapi juga bisa ditemukan pada mesin dan alat rumah tangga.

Meskipun ball bearing memiliki kinerja yang sederhana, namu gerak putarnya cukup efektif. Oleh karena itu bearing ini sangat banyak digunakan karena dapat menangani beban beban secara baik. Meskipun bearing ini bagus, tetapi sebaiknya menghindari meletakkan beban terlalu berat.

Ball Thrust Bearing

ball thrust bearing
Ball Thrust Bearing

Berbeda dengan sebelumnya, ball thrust bearing memiliki kinerja yang khusus. Bearing jenis ini hanya digunakan untuk benda-benda yang memiliki putaran rendah. Misalnya kursi, meja putar dan lemari kecil. Karena itulah, ball thrust bearing tidak dapat digunakan untuk beban radial. Sedangkan untuk kendaraan motor biasanya menggunakan bearing bambu.

baca juga : Cara Membaca Jangka Sorong

Magnetic Bearing

magnetic bearing
Magnetic Bearing

yang kelima adalah Magnetic Bearing. Model ini  bisa dikatakan bearing yang paling modern. Bearing ini mangandalkan gaya magnet untuk sistem operasinya. Salah satu kelebihan bearing ini yaitu memiliki daya kerja yang sangat tinggi.

Baca Juga : Usaha Bengkel Las

Karena kemampuan putarnya yang tinggi sudah sering diaplikasikan pada perangkat fly wheel. Model ini juga dapat mengapung ditengah medan magnet. Bahkan fly wheel tidak melelh meskipun kecepatan putaran mencapai 5.000 rpm.

Roller Thrust Bearing

roller thrust bearing
Roller Thrust Bearing

Memiliki bentuk yang hampir mirip dengan roller bearing, yang membedakan adalah posisinya. Bearing ini dapat dipakai untuk menahan beban yang cukup berat. Seringnya dipakai untuk Gear Set kendaraan seperti Gear Box mobil atau transimisi yang membutuhkan rotating shaft. Selain itu, Gigi matahari juga membutuhkan bearing dengan seperti ini.

Nah itulah tadi jenis jenis bearing dan karakteristiknya yang harus kamu ketahui. Karakternya yang bermacam-macam memiliki fungsi masing-masing. Oleh sebab itu, jika akan menggunakan bearing sesuaikan dengan kebutuhan.

Baca Juga : Harga Jasa CNC

Cukup banyak hal penting yang kita bahas di artikel kali ini. Sampai jumpa di artikel berikutnya ya!