Cara Membaca Jangka Sorong dalam artikel ini akan kita bahas secara singkat. Topik pembahasan kita kali ini adalah tentang Jangka Sorong (Calipers) atau kalau di dunia pembubutan ini sering juga disebut Sigmat.
Di kolom pencarian Google, ternyata banyaaak banget yang mencari tentang apa itu jangka sorong? Gimana sih cara membaca jangka sorong ?, Gimana cara mengukur jangka sorong ?, teknik cara baca jangka sorong ?, dan lain sebagainya.

Sebelum penulis ulas semuanya, kita mulai dari pengertiannya dulu yuk! Kita kupas tuntas satu per satu sampai para pembaca juga paham ya, gaes. Okeee, sebelum lanjut, kalian tahu kan kalau alat ukur itu sangat amat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari? Apalagi di dunia perindustrian. Wah pokoknya, kalau nggak ada alat ukur, macam mana kita bisa mengetahui ukuran dari sebuah benda. Repot nantinya.
Jadi guys, alat ukur ini tuh fungsinya untuk mengukur besaran dari suatu benda. Besaran apa saja? Banyak, lewat si alat ukur ini, kamu bisa mengetahui tinggi, panjang, atau massa dari benda yang akan kalian ukur – www.dictionary.com.
Contohnya nih, dari SD kalian udah sering pakai penggaris untuk menentukan panjang suatu benda, terus, kalian juga pakai neraca atau timbangan biar kalian tahu massanya. Nah, kalau Jangka Sorong sendiri gimana?, yuk simak pembahasan membaca alat ukur jangka sorong ini.
Baca Juga : Perbedaan Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup
Bagaimana Cara Membaca Jangka Sorong dengan Benar ?
- Ketahui Bagian – Bagian Jangka Sorong

Jangan sampai keliru ya, jangka sorong itu punya dua rahang loh. Rahang bawah dan rahang atas. Rahang bawah berguna untuk mengukur diameter luar benda. Sedangkan rahang atas berfungsi untuk mengukur diameter dalam benda kerja. Di bagian ekornya, ada tungkai yang bisa kamu atur panjang dan pendeknya.
Nah, bagian ini digunakan untuk mengukur celah atau kedalaman rongga pada benda kerja. Disamping itu, jangka sorong mempunyai dua jenis skala, yaitu skala nonius dan skala utama.
- Memahami Skala Jangka Sorong
Sebelum kamu menggunakannya, pastikan dulu ya kalau kamu sudah memahami alat ukur ini. Karena pada umumnya, jangka sorong mempunyai dua jenis skala, yaitu skala nonius dan skala utama. Skala nonius letaknya ada pada rahang atas dan bawah. Memiliki dua satuan, yaitu satuan inci pada rahang atas yang letaknya sejajar dengan satuan inci pada skala utama dan satuan mm yang terletak pada rahang bawah berapit dengan skala utama.
Sedangkan skala utama letaknya ada pada pusat batang jangka sorong yang terhubung rahang tetap. Ada beberapa jenis jangka sorong yang skala utamanya berupa dua satuan yaitu inci dan mm/cm.
- Ketahui Ketelitian Jangka Sorong yang akan Kamu Gunakan
Penting banget kamu tahu nih gaes. Kalau ketelitian jangka sorong itu ada tiga jenis yang sering digunakan saat proses pengukuran; 0,1 mm, 0,02 mm, dan 0,05 mm.
- Longgarkan Sekrup Pengunci Jangka Sorong (Screw Lock)
Screw Lock ini umumnya ada di setiap jangka sorong. Sebelum kamu mulai proses pengukuran, longgarkan lebih dulu dengan memutar ke kiri. Lalu, putarkan sekrup ke arah sebaliknya untuk menguncinya lagi.
- Setting Rahang pada Posisi Nol
Rapatkan kedua rahang, dorong rahang supaya menggeser ke bagian rahang tetap. Langkah ini bisa kamu lakukan, kalau kamu mau tahu keakuratan alat, apa masih ada di titik nol atau enggak. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan pengukuran oleh alat itu sendiri.
- Persiapkan Benda Kerja yang Akan Diukur
Kamu harus membersihkan benda kerja tersebut dari segala jenis kotoran yang masih melekat, gunanya? Ya supaya tidak mengganggu kontak alat dengan benda kerja yang akan kamu ukur nantinya. Dan, supaya pengukuran kamu akurat dan presisi.
Baca Juga : Apa itu Mikrometer Sekrup
Cara Mengukur Jangka Sorong agar Teliti dan Akurat
Geserkan rahang sejauh benda yang akan kamu ukur
Rahang yang tidak terpasang, digeserkan sejauh ukuran benda kerja. Lalu, geser lagi ke arah benda kerja, jangan lupa untuk memastikan kedua rahang menjepit dan menyentuh benda kerja.
Mengunci Screw Lock
Kalau posisi rahang sigmat sudah menjepit benda kerja, langkah berikutnya yang harus kamu lakukan adalah mengunci bagian Screw Lock. Hal ini berguna banget loh. Supaya hasil ukuran yang kamu lakukan tadi nggak berubah kalau terjadi getaran atau tersenggol. Dan kita bisa mencatatnya dengan nilai yang tepat.
Bacalah Nilai yang ditunjukkan pada Skala Utama
Nilai yang ada pada skala sudah bisa kamu baca, disana sudah bisa ditentukan nilai pengukurannya. Bagaimana cara baca jangka sorong lebih detil? Yuk simak ulasan berikutnya!
Cara Membaca Jangka Sorong Lebih Detil

Coba kamu perhatikan dulu contoh hasil pengukuran di atas. Lalu, kamu simak langkah-langkah cara baca jangka sorong berikut ini :
- Saat kamu mau membaca skala utama, perhatikan garis merah yang menunjukkan angka 21 mm atau 2.1 cm, itu adalah angka yang puaaaling mendekati nol pada skala Vernier yang berada di sebelah kanannya. Jadi skala utamanya adalah 21 mm atau 2,1 cm.
- Saat kamu akan membaca skala Vernier, ada satu garis skala utama, garis itu lebih tepatnya sejajar dengan garis pada skala Vernier. Nah, pada gambar di atas, garis lurus itu adalah angka 3 yang ada pada skala Vernier. Jadi gaes, skala Vernier yang terukur bernilai 0,3 mm atau sama dengan 0,03 cm.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan umum dalam menggunakan jangka sorong dalam pengukuran :
- Membaca skala sambil miring akan menghasilkan pengukuran tidak akurat.
- Memutar pengunci pada saat rahang masih mencengkeram benda kerja karena bisa merusak mekanisme dalamnya.
- Menggunakan jangka sorong pada benda bergerak karena jangka sorong bukan alat ajaib, benda harus diam saat diukur.
Bagaimana Cara Menghitung Jangka Sorong dengan Benar dan Tepat

Coba kamu hitung hasil pengukurannya, Bisa kamu selesaikan dengan cara seperti ini ya, gaes!
Pada skala utama tampak bahwa nilainya adalah : 58 mm, Sedangkan pada skala nonius: 5 x 0,1 = 0,05 mm. Jadi, bisa disimpulkan bahwa hasil pengukurannya adalah :
( 58 + 0,5 mm )
= 58,5 mm
= 5,85 cm
Kekurangan dan Kelebihan Jangka Sorong yang Jarang Kita Ketahui
Simak di bawah ini kelebihan dan kekurangan jangka sorong.
Kekurangan Alat Ukur Jangka Sorong
- Ukuran benda kerja yang bisa kamu ukur terbatas. Nggak semuanya bisa diukur ya. Cuma benda yang panjangnya 30 cm dan 60 cm aja yang bisa diukur. Selebihnya, kamu bisa ukur pakai roll meter atau penggaris.
- Permukaan material yang mau kamu ukur harus rata. Kalau enggak, berarti kamu harus menyediakan surface preparation supaya hasilnya akurat.
Kelebihan Alat Ukur Jangka Sorong
- Ketelitiannya lebih akurat dibanding roll meter atau penggaris.
- Bisa juga mengukur ketebalan suatu benda, karena inside dan outsidenya itu jauh lebih teliti jika dibandingkan dengan penggaris.
- Bisa juga kamu pakai untuk mengukur kedalaman lubang supaya lebih teliti.
Nih sedikit tips dari admin, biasanya utk mengukur ketelitian Calliper, kita gunakan bearing bisa dari jenis bearing mana aja.
Merawat Jangka Sorong Biar Awet
Jangka sorong yang harganya lumayan merogoh kocek kamu, masa sih cuma dipakai saja dan dibiarkan berdebu?. berikut langkah merawat nya :
- Simpan di tempat kering dan tertutup : kelembaban udara bisa menjadikan jangka sorong berkarat. Simpan jangka sorong di tempat kering atau dilapisi dengan silica gel.
- Hindari sembarangan memaksa rahang : kalau benda yang diukur terlalu besar, jangan terlalu dipaksakan. Hal ini akan Beresiko rahang akan bengkok atau skala jadi rusak tinggi.
- Selalu bersihkan setelah dipakai : Lap jangka sorong dengan kain lembut guna menghilangkan debu atau bekas oli. Jika perlu, jangka sorong diberi oli tipis pada bagian yang bergeser agar tetap lancar.
Artikel tentang cara membaca jangka sorong kali ini semoga bisa membantu para pembaca agar semakin paham tentang pengukuran jangka sorong dan bagaimana menggunakannya. Kalau ada yang mau kepoin lagi, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar ya!
Demikian artikel singkat mengenai cara membaca jangka sorong, semoga bermanfaat. simak artikel kami lainnya di https://teknikjaya.co.id/category/mesin-dan-machining/.
Please Share This Article
Please Share This Article
