Pernah berdiri bingung di depan rak toko teknik, menatap deretan kawat las dengan kode-kode aneh yang bikin kepala pusing? Kalau jawabanmu “iya”, kamu nggak sendirian. E6013, E7018, E6010… semuanya kelihatan mirip, tapi pilih yang salah bisa bikin hasil lasan amburadul, atau lebih parah, sambungan las yang nggak kuat dan berbahaya.
Nah, artikel ini khusus membahas dua jenis elektroda yang paling sering dipakai di bengkel dan proyek konstruksi ringan: E6013 dan E7018. Kamu akan paham arti kode angka-angkanya, tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta bisa memilih kawat las yang tepat sesuai kebutuhan proyekmu.
Apa Arti Kode pada Elektroda Las?
Sebelum masuk ke perbandingan, penting buat kamu paham dulu sistem penamaan elektroda. Standar ini ditetapkan oleh American Welding Society (AWS), dan hampir dipakai di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Ambil contoh kode E6013:
- E = Elektroda (electrode)
- 60 = Kekuatan tarik minimum hasil las, yaitu 60.000 psi (sekitar 420 MPa)
- 1 = Posisi pengelasan yang bisa digunakan (1 = semua posisi: flat, horizontal, vertikal, overhead)
- 3 = Jenis fluks dan arus yang cocok digunakan
Dengan logika yang sama, kode E7018 berarti:
- E = Elektroda
- 70 = Kekuatan tarik minimum 70.000 psi (sekitar 490 MPa)
- 1 = Semua posisi pengelasan
- 8 = Fluks low hydrogen dengan kandungan serbuk besi, cocok untuk arus AC atau DC
Simpel kan? Sekarang kamu nggak perlu nebak-nebak lagi waktu beli di toko teknik.
Mengenal E6013: Kawat Las Favorit Para Pemula

Kalau ada satu elektroda yang paling sering direkomendasikan untuk pemula, jawabannya hampir pasti E6013. Bukan tanpa alasan, elektroda ini punya karakteristik yang sangat “user-friendly”.
Keunggulan E6013
- Busur las yang stabil dan mudah dikontrol, bahkan dengan mesin las kelas rumahan sekalipun
- Penetrasi dangkal, cocok untuk material tipis seperti plat 2–4 mm
- Terak mudah dibersihkan, jadi hasil lasan terlihat lebih rapi
- Bisa digunakan dengan arus AC maupun DC, fleksibel untuk berbagai jenis mesin
- Tidak memerlukan penyimpanan khusus, cukup simpan di tempat kering
Cocok untuk Proyek Apa?
E6013 sangat ideal untuk:
- Pagar rumah dan kanopi dari besi hollow atau besi siku
- Rangka furniture besi seperti rak, meja, dan kursi
- Perbaikan body kendaraan ringan
- Latihan pengelasan untuk pemula
Pengalaman pribadi? Waktu pertama kali belajar las, instruktur saya langsung menyuruh pakai E6013. Alasannya sederhana: “Kalau busurnya gampang mati, kamu bakal frustrasi dan nggak mau belajar lagi.” Dan memang benar, E6013 bikin proses belajar jauh lebih menyenangkan.
Kekurangan E6013
- Kekuatan tarik lebih rendah dibanding E7018
- Kurang cocok untuk material tebal di atas 10 mm
- Tidak ideal untuk struktur yang menanggung beban berat
Mengenal E7018: Elektroda untuk Hasil Las Berkekuatan Tinggi
Kalau E6013 adalah pilihan untuk pekerjaan ringan, maka E7018 adalah andalan untuk proyek yang butuh kekuatan sambungan lebih tinggi. Elektroda ini banyak dipakai di industri konstruksi baja, pembuatan kapal, dan fabrikasi struktur berat.
Keunggulan E7018
- Kekuatan tarik lebih tinggi (70.000 psi vs 60.000 psi pada E6013)
- Kandungan hidrogen rendah (low hydrogen), drastis mengurangi risiko retak pada material tebal
- Penetrasi lebih dalam, cocok untuk baja karbon medium dan tebal
- Hasil las halus dan estetis dengan manik las yang rapi
- Sifat mekanik sambungan lebih baik, termasuk ketangguhan terhadap benturan
Cocok untuk Proyek Apa?
E7018 sangat tepat untuk:
- Konstruksi baja struktural seperti kolom dan balok
- Pembuatan pressure vessel dan tangki
- Pengelasan pipa industri
- Fabrikasi komponen mesin yang menanggung beban dinamis
Syarat Khusus: Elektroda Harus di-Oven
Ini bagian yang sering dilewatkan orang. Karena sifatnya low hydrogen, elektroda E7018 sangat sensitif terhadap kelembaban. Kalau elektroda menyerap uap air, hasil lasan bisa mengandung hidrogen berlebih dan memicu retak halus yang berbahaya.
Solusinya:
- Simpan di oven elektroda pada suhu 250–350°C sebelum digunakan
- Gunakan dalam waktu 4–8 jam setelah dikeluarkan dari oven
- Jangan biarkan terkena udara terbuka terlalu lama, terutama di lingkungan lembab
Ini bukan kerumitan yang nggak perlu, ini standar keselamatan yang wajib kamu ikuti kalau mau hasil las yang benar-benar andal.
baca juga : Perbedaan Metode Las SMAW, MIG, dan TIG Welding
Perbandingan Langsung: E6013 vs E7018
Biar lebih gampang, ini ringkasan perbandingan keduanya:
| Aspek | Elektrode Las E6013 | Elektrode Las E7018 |
| Kekuatan tarik | 60.000 psi (420 MPa) | 70.000 psi (490 MPa) |
| Posisi pengelasan | Semua posisi | Semua posisi |
| Penetrasi | Dangkal–sedang | Sedang–dalam |
| Jenis arus | AC / DC | AC / DC |
| Kemudahan penggunaan | ⭐⭐⭐⭐⭐ | ⭐⭐⭐ |
| Kandungan hidrogen | Sedang | Rendah (low hydrogen) |
| Kebutuhan penyimpanan | Biasa (tempat kering) | Perlu oven elektroda |
| Cocok untuk pemula | ✅ Ya | ❌ Kurang ideal |
| Untuk struktur berat | ❌ Kurang ideal | ✅ Ya |
Tips Praktis Memilih Kawat Las yang Tepat

Bingung harus pilih yang mana? Gunakan panduan sederhana ini:
Berdasarkan Ketebalan Material
- Material < 6 mm → Pilih elektrode E6013, penetrasi dangkal lebih aman untuk plat tipis
- Material 6–12 mm → Keduanya bisa digunakan, sesuaikan dengan kebutuhan kekuatan
- Material > 12 mm atau struktur beban berat → Wajib pakai elektrode E7018
Berdasarkan Jenis Mesin Las
- Mesin las rumahan/inverter kecil (< 200A) → elektrode E6013 lebih stabil dan efisien
- Mesin las industri dengan output besar → elektrode E7018 akan menunjukkan performa terbaiknya
Berdasarkan Lingkungan Kerja
- Workshop tanpa fasilitas oven → E6013 lebih praktis
- Bengkel fabrikasi atau industri dengan oven elektroda → Gunakan Elektrode E7018 adalah pilihan profesional
Berdasarkan Jenis Proyek
- Proyek dekoratif, pagar, furniture : Gunakan E6013
- Konstruksi struktural, tangki, perpipaan : Gunakan E7018
Pilih yang Tepat, Las dengan Percaya Diri
Kesimpulannya simpel: E6013 untuk pekerjaan ringan dan pemula, E7018 untuk pekerjaan berat yang butuh kekuatan ekstra.
Keduanya punya tempat masing-masing di dunia pengelasan. Tukang las profesional pun menyimpan kedua jenis ini di laci mereka, karena proyek yang berbeda butuh solusi yang berbeda pula.
Mulai sekarang, sebelum kamu beli kawat las, tanyakan dulu ke diri sendiri: “Seberapa tebal materialnya? Seberapa besar beban yang harus ditanggung sambungan ini?” Dua pertanyaan itu sudah cukup untuk mengarahkan kamu ke pilihan yang benar.
Kalau kamu punya pengalaman menarik menggunakan salah satu dari kedua elektroda ini, atau punya pertanyaan teknis yang belum terjawab, langsung tulis di kolom komentar. Kita diskusi bareng!
Please Share This Article
