Proses Pembuatan Baut dan Mur perlu kita tahu caranya. Buat yang doyan bongkar pasang alat elektronik, mesin, dan bangunan, pasti udah nggak asing lagi kan sama yang namanya mur dan baut. Walaupun bentuknya kecil, tapi jangan salah, justru kedua benda ini sangat berguna untuk memasang dan mengunci antar komponen.

Sebelum kita membahas lebih details tentang jenis-jenis baut dan mur, proses pembuatan baut dan cara trik lainnya. Ada baiknya kita simak definisi kedua alat yang menjadi dasar pemakaian di kehidupan sehari-hari ini. Yuk simak !.

proses pembuatan baut

Pengertian Baut dan Mur, juga Sejarahnya

Baut yaitu alat sambung dengan batang bulat dan berulir, salah satu dari sisinya mempunyai bentuk kepala baut ( dengan standar umum berbentuk segi enam ) dan ujung lainnya dipasangkan mur atau pengunci untuk mengunci baut tersebut.

Dalam penggunaannya di lapangan, baut dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk membuat konstruksi sambungan tetap, sambungan bergerak, maupun sambungan sementara yang dapat dibongkar, dirubah atau dilepas. Tentunya proses pembuatan baut dan mur di zama dulu sangat berbeda dengan saat sekarang.

Bentuk ulir batang baut pada baja bangunan umumnya memiliki ulir segi tiga (ulir tajam) sesuai fungsinya yaitu sebagai baut pengikat. Sedangkan bentuk ulir segi empat (ulir tumpul) biasanya dibentuk pada baut-baut penggerak atau pemindah tenaga misalnya dongkrak atau alat-alat permesinan yang lain.

Sedangkan Mur, merupakan alat mekanik yang berbahan dasar logam, dimana alat ini akan membentuk segi 6. Di tengah mur ini akan ada lubang yang sudah ada ulirnya. Jadi, murni berfungsi sebagai pengunci atau pengencang antara baut benda.

Pasangan alat sekecil mur dan baut ini ternyata memiliki pekerjaan yang cukup besar, lho. Berawal dari berbagai jenis sejarah di era kereta dari Carriage Museum of America di gudang, lalu ditemukannya mur pada kendaraan pada awal 1800-an berbentuk proporsional datar dan persegi.

Play Video Proses Pembuatan Baut di bawah ini :

Sekilas Video Proses Pembuatan Baut
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=a872eiTjw1w

Informasi selanjutnya yang tidak terlihat secara faktual dijelaskan oleh WR Wilbur pada 1905 di dalam bukunya yang berjudul “The History of the Nut and Bolt Industry in America”.

Ide tentang pabrik mur dan baut di Amerika ini berhasil tercipta oleh Mr Micah Rugg, seorang pandai besi di sebuah negara kecil di Kota Marion, Southington Township , Connecticut pada 1568.

Setelah hampir satu abad kemudian, tepatnya pada 1641, seorang berkebangsaan Inggris bernama Hindley of York berusaha lebih meningkatkan lagi fungsi mur dan baut agar bisa diaplikasikan pada penggunaan umum.

Dan tahu nggak sih? Terlepas dari sejarahnya yang panjang, ternyata kata baut dalam Bahasa Indonesia ini berasal dari dua kata serapan, lho. Apa saja? Yang pertama dari Bahasa Inggris yaitu bolt. Dan yang kedua berasal dari Bahasa Belanda yaitu bout. Kedua istilah ini kemudian diserap menjadi Ejaan Yang Disempurnakan sehingga bolt dan bout menjadi baut.

Selain itu, mur ini sangat membantu baut supaya bisa menjepit suatu objek agar tidak terlepas. So, keduanya ini tidak bisa dipisahkan lho, gaes. Seperti pasangan kekasih, keduanya merupakan alat yang saling terikat satu sama lain untuk membantu dalam pengencangan, penguncian, atau pun menyambungkan suatu benda. Mari berlanjut ke pembahasan proses pembuatan baut dan mur.

Baca Juga : Perkembangan Industri Manufaktur

Proses Pembuatan Baut dan Mur

Secara umum, proses pembuatan baut melalui beberapa tahap yang diantara nya adalah (www.madehow.com) :

  1. Pengadaan Bahan Material
  2. Masuk proses produksi
  3. Cutting (pemotongan)
  4. Punch 1
  5. Punch 2
  6. Trimming (pembentukan kepala baut)
  7. Proses Rolling (pembuatan ulir pada baut)
  8. Heat Treatment (proses pembakaran)
  9. Marking
  10. Platting
  11. Inspeksi standar mutu & packing: Pengecekan Dimensi (ukuran), Pengecekan Kekerasan (HRC), Pengecekan Tensile Strenght (uji tarik), pengecekan platting.

Nah, buat kalian yang masih newbie, beberapa langkah berikut ini akan mengarahkan kalian supaya langsung bisa nih. Eits! Tapi harus disimak dengan baik-baik, ya !

Cara Membuat Mur

  • Pemotongan : benda kerja dipotong berdasarkan ukuran yang ditentukan. Dibutuhkan dua buah silinder untuk mur dengan tebal 10 mm.
  • Pengikiran (penghalusan) : menghaluskan benda kerja sesuai dengan ketebalan yang diinginkan.
  • Pengeboran : kalau sudah sesuai dengan yang ditentukan, letakan benda kerja pada mesin bubur untuk dilakukan pengeboran. Mur dibor sampai menembus sisi sebelahnya.
  • Pembentukan : kalau sudah mencapai ukuran yang diinginkan, tempellah kertas berbentuk segi enam yang sudah disiapkan, gunting dan temple di kedua ujung silinder. Jepit benda oleh ragum, lalu kikir setiap sisi silinder tersebut dengan mengikuti alur kertas segi enam. Hati-hati saat melakukannya, ya! Pada saat pengikiran, usahakan sisi satu dengan sisi lainnya memiliki luas permukaan yang sama.
  • Pengetapan : ambil dan pindahkan mur yang telah dibor ke ragum untuk ditap dengan ukuran yang diinginkan. Usahakan posisinya vertikal dengan lubang yang akan ditap dan jangan terlalu kencang. Lakukan secara bertahap agar hasilnya bagus dan sampai tembus ke sisi lainnya.

Cara Membuat Baut

  • Pemotongan : benda kerja dipotong dengan ukuran yang telah disesuaikan. Satu buah silinder untuk mur memiliki panjang 100 mm.
  • Pengikiran : kalau ukuran benda kerja tidak sesuai, haluskan dengan kikir sesuai dengan ukuran yang ditentukan. Yaitu 100 mm.
  • Pembubutan : benda kerja hasil pemotongan tersebut lalu dibubut dengan mesin bubut sampai mencapai diameter 9,8. Lakukanlah pembubutan secara bertahap agar objek tidak patah dan tidak pula merusak mata pisau bubut. Proses ini membutuhkan air pendingin (cooler) agar suhu mata pisau dan objek tidak terlalu tinggi.
  • Pembentukan kepala baut : kalau sudah mendapat ukuran yang diinginkan, tempellah kertas berbentuk segi enam yang sudah disiapkan, gunting dan temple di kedua ujung silinder. Jepit benda dengan menggunakan ragum, lalu kikir setiap sisi silinder tersebut dengan mengikuti alur kertas segi enam. Hati-hati saat melakukannya, ya! Pada saat pengikiran, usahakan sisi satu dengan sisi lainnya memiliki luas permukaan yang sama.
  • Penyenaian : langkah berikutnya, jepit objek dengan ragum. Kalau posisi objek sudah diatur, maka ujung benda kerja (permukaan yang dibubut) disnai (dibuat alur) sampai panjang tertentu. Lakukan proses ini secara bertahap.

Gimana ya Proses Pembuatan Baut dengan Mesin Bubut ?

Setelah dipaparkan secara umum mengenai proses pembuatan baut secara umum diatas. Seiring dengan semakin canggihnya teknologi yang diciptakan oleh tangan-tangan terampil manusia, semakin maju dan berkembang pesat juga setiap bisnis yang mereka jalankan. Karena, kalau kita mengerjakan sesuatu dengan alat-alat manual di era ini, sudah terbilang ‘kuno’ katanya.

Memang benar sih. Disamping menghabiskan banyak waktu dan tenaga, pengerjaannya juga kurang efektif. Maka dari itu diciptakanlah @mesin bubut, yaitu mesin yang bisa membantu proses membuat mur dan proses pembuatan baut yang bisa diproduksi dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat.

Lalu, gimana sih cara membuat baut dengan mesin bubut itu sendiri ?, untuk anda yang memiliki usaha bengkel las dan bubut. Simak tahapan berikut ini ya biar kamu semakin paham.

  • Pertama, buatlah diameter yang akurat sesuai dengan yang diinginkan atau sesuai dengan mur yang akan dipasangkan. Di bagian akhir, kita akan membuat alur pembebas pahat (undercut).
  • Kedua, kamu harus menentukan posisi gear (roda gigi) yang sesuai dengan kisar/pitch dari ulir yang akan dibuat. Kalau posisi gear (roda gigi) dan seluruh tuas pengaturnya sudah sesuai dengan yang diinginkan, maka kamu bisa beralih ke langkah berikutnya.
  • Ketiga, siapkan pahat bubur ulir. Cara mengasahnya ini sekilas hampir sama dengan mengasah permukaan pahat bubut, hanya saja bentuknya harus sesuai dengan jenis drat yang sudah dibuat. Ulir metric bersudut 60˚ sedangkan withworth bersudut 55˚. Atau kalau perlu kamu bisa pakai plat pengatur pahat.
  • Aturlah putaran spindle pada kecepatan yang sesuai dengan kondisi bahan pada benda kerja. Rata-rata kecepatan yang dipakai adalah 100 rpm.
  • Hidupkan mesin dan tekan tuas otomatis drat. Mulailah proses pemakanan.
  • Hal lainnya yang harus kamu perhatikan disini adalah jangan melepas tuas sebelum proses pembuatan drat selesai. Karena kalau dilepas, kemungkinan kamu harus melakukan penyetelan ulang ke alur pemakanan awal.
  • Pada saat pemakanan, perhatikan dengan baik skala ukuran yang ada di tuas eretan melintang. Aturlah angkanya menjadi di posisi tertentu atau 0 untuk memudahkan proses pemakanan berikutnya. Fyi, kedalaman pemakanan kurang lebih 0.1 mm.
  • Saat akan kembali posisi awal, lepaskan pahat dari benda kerja. Setelah itu, kembalikan ke titik pemakanan yang sudah ditandai tadi, untuk pemakanan berikutnya ditambah 0.1 mm. begitu seterusnya sampai kamu menghasilkan ulir yang pas dengan murnya.

Jenis Jenis Baut dan Mur yang Sering Kita Gunakan

Baut dan Mur itu nggak cuma ada satu jenis, lho. Nyatanya sepasang alat ini mempunyai cukup banyak jenis. Mungkin beberapa sudah ada yang tahu, apalagi anda yang seringkali memakai jasa bubut dengan proses pembuatan baut. tapi kali ini penulis akan sharing tentang apa aja jenis-jenis baut (bolts) tersebut!

Baut berkepala hexagonal (Hexagonal Bolt)

Mungkin kalian sudah nggak asing dengan jenis baut satu ini, ya. Yups! Baut ini biasanya diaplikasikan melalui perangkat hardware otomotif, eksterior kapal, kerangka kapal, dan masih banyak lagi. Biar nggak gampang lepas, Nut atau Mur  segi enam akan sangat dibutuhkan dan dipasangkan dengan jenis baut ini.

Baut Flange (Flange Bolt)

flange bolt

Jenis baut berikutnya ini pasti udah nggak asing buat kalian, kan? Hampir sama dengan Hexa Bolt, tapi, tentu ada bedanya, lho. Apa tuh? Bedanya, pada bagian bawahnya, baut ini memiliki sebuah ring yang berfungsi sebagai penahan supaya baut semakin kuat saat mengunci atau mengikat suatu benda.

Baut Kepala Kotak (Square Head Bolts)

square head bolt

Dari judulnya aja udah ketahuan ya bentuknya bakal seperti apa. Baut yang dirancang dengan bentuk kepala kotak ini digunakan oleh para pekerja konstruksi di dunia industri berat.

Baut Kepala Jamur (Carriage Bolt)

carriage head bolt

Bentuk baut dengan ujung kepalanya yang unik ini umumnya digunakan oleh kontruksi penyambungan berbahan dasar kayu. Kalau kamu perhatikan, bagian leher atau bagian bawah pada baut ini kalau kita tekan pada bagian konstruksi kayunya – berfungsi untuk mengunci komponen yang disambungkan yang akan menghasilkan ikatan pada kayu dan baut tersebut.

Cukup sekian yang dapat penulis sampaikan. Semoga artikel proses pembuatan baut di atas benar-benar membantu para pembaca sekalian. Namanya manusia, pasti nggak luput dari kesalahan. Untuk kritik dan saran jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar bawah ini, ya!

Daaan, buat kalian yang mau order baut dan mur dalam jumlah banyak, bisa langsung hubungi kontak yang tertera. See ya on the next articles!