{"id":678,"date":"2026-05-24T21:50:22","date_gmt":"2026-05-24T14:50:22","guid":{"rendered":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/?p=678"},"modified":"2026-05-24T21:50:33","modified_gmt":"2026-05-24T14:50:33","slug":"manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/","title":{"rendered":"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar."},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column has-white-color has-text-color has-background has-link-color wp-elements-3d14e93bc6da9ed6598d265a518db97a is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"background-color:#003e62;padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-right:var(--wp--preset--spacing--40);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30);padding-left:var(--wp--preset--spacing--40)\"><div class=\"yoast-breadcrumbs\"><span><span><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/\">Home<\/a><\/span> \u00bb <span><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/https:\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/\">Manufaktur<\/a><\/span> \u00bb <span class=\"breadcrumb_last\" aria-current=\"page\">Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.<\/span><\/span><\/div><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>JAKARTA, 22 MEI 2026, <\/strong>Sebuah narasi yang cukup kuat beredar di kalangan ekonom dan analis kebijakan: industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi jadi mesin utama ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-687\" style=\"aspect-ratio:1.4992793575987737;width:1024px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1-1024x683.webp 1024w, https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1-300x200.webp 300w, https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1-768x512.webp 768w, https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1.webp 1108w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">sumber : https:\/\/www.kemenperin.go.id\/<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemenperin menolak narasi itu, bukan dengan bantahan retoris, tapi dengan membongkar kesalahan metodologi di balik data yang digunakan. Ada dua jebakan statistik yang membuat perbandingan data PDB manufaktur 2005\u20132025 menjadi menyesatkan, dan memahaminya penting sebelum menarik kesimpulan soal kondisi industri Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Deindustrialisasi: Definisinya Ketat, Bukan Interpretasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam teori ekonomi, deindustrialisasi punya definisi yang presisi. Rowthorn dan Ramaswamy (1999), referensi standar dalam literatur ini, mendefinisikan deindustrialisasi sebagai kondisi ketika rasio PDB industri pengolahan terhadap PDB nasional menurun secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indikatornya jelas: bukan soal apakah industri tumbuh atau tidak, tapi apakah pangsa relatifnya terhadap total ekonomi mengecil. Dengan definisi ini, data BPS justru menunjukkan tren sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>17,92%&nbsp; <\/strong>Kontribusi PDB manufaktur terhadap PDB nasional, Q2 2022<\/li>\n\n\n\n<li><strong>19,20%&nbsp; <\/strong>Kontribusi PDB manufaktur terhadap PDB nasional, Q1 2026<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Meningkat, bukan menurun&nbsp; <\/strong>Tren pergerakan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika menggunakan definisi standar, data ini tidak mendukung narasi deindustrialisasi. Kontribusi manufaktur justru naik sekitar 1,3 poin persentase dalam empat tahun terakhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Masalahnya bukan pada kesimpulannya, tapi pada data yang digunakan sebagai pondasinya. Membandingkan rasio PDB manufaktur 2005 dengan 2025 secara langsung adalah kesalahan metodologi, bukan perbedaan interpretasi.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dua Alasan Data 2005\u20132025 Tidak Bisa Dibandingkan Langsung<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemenperin mengidentifikasi dua perubahan mendasar yang membuat perbandingan time series data PDB manufaktur 2005\u20132025 secara langsung menjadi tidak valid:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Definisi industri manufaktur berubah pada 2010&nbsp; <\/strong>Sebelum 2010, tiga subsektor masih dihitung sebagai bagian dari industri pengolahan: Pengadaan Air &amp; Daur Ulang, Informasi &amp; Komunikasi, dan Jasa Lainnya. Pada 2010, BPS memisahkan ketiganya menjadi sektor tersendiri dengan perhitungan PDB independen. Akibatnya, PDB industri pengolahan secara nominal berkurang, bukan karena industrinya mengecil, tapi karena definisinya dipersempit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Metode perhitungan PDB berubah dari Seri 2000 ke Seri 2010&nbsp; <\/strong>PDB Seri 2000 dihitung berdasarkan harga produsen, termasuk pajak produk dan subsidi. PDB Seri 2010 beralih ke harga dasar, harga sebelum intervensi pemerintah. Perubahan metode ini secara sistematis menghasilkan nilai PDB yang lebih rendah untuk sektor-sektor yang menerima subsidi besar, termasuk industri manufaktur tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kombinasi dua perubahan ini menghasilkan penurunan rasio PDB manufaktur yang terlihat pada data 2005\u20132025, tapi penurunan itu sebagian besar adalah artefak perubahan metode, bukan cermin kondisi industri yang sesungguhnya. Membandingkan angka 2005 dengan 2025 sama seperti membandingkan dua ukuran yang berbeda skalanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Indikator Kedua: Tidak Ada Pergeseran Tenaga Kerja<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Deindustrialisasi dalam teori tidak hanya terlihat dari data PDB, tapi juga dari pergerakan tenaga kerja. Jika manufaktur sedang melemah secara fundamental, pekerja akan berpindah ke sektor lain, terutama jasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data BPS menunjukkan yang sebaliknya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>18,7 juta orang&nbsp; <\/strong>Tenaga kerja industri pengolahan (2021)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>20,3 juta orang&nbsp; <\/strong>Tenaga kerja industri pengolahan (2025)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>+8,63%&nbsp; <\/strong>Pertumbuhan dalam 4 tahun<\/li>\n\n\n\n<li><strong>+2,78%&nbsp; <\/strong>Rata-rata pertumbuhan tenaga kerja per tahun<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada perpindahan massal pekerja dari manufaktur ke sektor jasa. Sektor jasa yang tumbuh pesat memang ada, tapi pertumbuhannya diisi oleh angkatan kerja baru, bukan oleh pekerja yang keluar dari manufaktur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertama Kali dalam 13 Tahun: Manufaktur Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik perdebatan metodologi, ada satu fakta yang cukup signifikan untuk dicatat: pada 2025, untuk pertama kalinya sejak 2011, pertumbuhan industri pengolahan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5,30%&nbsp; <\/strong>Pertumbuhan industri pengolahan 2025<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5,11%&nbsp; <\/strong>Pertumbuhan ekonomi nasional 2025<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2011, 13 tahun yang lalu&nbsp; <\/strong>Terakhir kali terjadi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini bukan angka yang bisa diabaikan. Selama 13 tahun, manufaktur selalu tumbuh di bawah ekonomi nasional, artinya pangsa relatifnya terus menyusut meski secara absolut tetap naik. Pada 2025, pola itu akhirnya berbalik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Pertumbuhan manufaktur yang melampaui ekonomi nasional berarti sektor ini kembali menjadi penggerak, bukan sekadar penumpang pertumbuhan ekonomi.<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sinyal dari Lapangan: 633 Pabrik Baru dalam Proses<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain data makro, ada sinyal mikro yang juga relevan: per 23 April 2026, sebanyak 633 perusahaan melaporkan pembangunan fasilitas produksi baru ke Kemenperin.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>633 perusahaan&nbsp; <\/strong>Perusahaan yang membangun fasilitas produksi baru<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rp 418,62 triliun&nbsp; <\/strong>Nilai investasi total<\/li>\n\n\n\n<li><strong>219.684 orang&nbsp; <\/strong>Potensi serapan tenaga kerja baru<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka ini adalah indikator leading, sinyal tentang kondisi industri 1\u20133 tahun ke depan, bukan potret hari ini. Perusahaan tidak membangun pabrik baru di sektor yang mereka anggap sedang dalam fase penurunan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Satu Pelajaran dari Perdebatan Ini<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perdebatan soal deindustrialisasi Indonesia sebenarnya adalah perdebatan yang produktif, jika dilandasi data yang dibaca dengan benar. Yang menjadi masalah adalah ketika kesimpulan besar ditarik dari perbandingan data yang berbeda definisi dan metode tanpa catatan metodologi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemenperin benar bahwa data 2005\u20132025 tidak bisa dibandingkan langsung. Tapi narasi deindustrialisasi juga tidak sepenuhnya salah arah, ada tantangan nyata di industri manufaktur Indonesia yang perlu diakui: produktivitas yang masih di bawah negara tetangga, dominasi industri padat karya yang belum bergeser cukup cepat ke nilai tambah tinggi, dan ketergantungan pada komoditas yang harganya siklikal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data yang benar adalah titik awal, bukan titik akhir diskusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-vivid-cyan-blue-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-0552c005e7f19544453a80a9eaba3b4e wp-block-paragraph\">sumber : https:\/\/www.kemenperin.go.id\/artikel\/72482756\/Kemenperin:-Data-BPS-Buktikan-Manufaktur-RI-Masih-Jadi-Motor-Ekonomi<\/p>\n\n\n<div id=\"block-95c583d4-533d-47aa-9921-f08351d414ca\"><div class=\"sb-news-module-six wp-block-smart-blocks wp-block-smart-blocks-news-module-six\"><h2 class=\"sb-block-title sb-title-style2 \"><span>Artikel Lainnya<\/span><\/h2><div class=\"sb-news-module-six-wrap\"><div class=\"sb-big-block\"><div class=\"sb-post-item\"><div class=\"sb-post-thumb\"><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/\"><div class=\"sb-thumb-container\"><img decoding=\"async\" alt=\"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.\" src=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1-1024x683.webp\"><\/div><div class=\"sb-post-content sb-gradient-overlay\"><h3 class=\"sb-large-title sb-post-title \"><span>Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.<\/span><\/h3><div class=\"sb-post-meta\"><span class=\"sb-post-author \"><i class=\"mdi-account\"><\/i>news_tjc<\/span><span class=\"sb-post-date \"><i class=\"mdi-clock-time-four-outline\"><\/i>May 24, 2026<\/span><span class=\"sb-post-comment \"><i class=\"mdi-comment-outline\"><\/i>0<\/span><\/div><\/div><\/a><ul class=\"post-categories\">\n\t<li><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/https:\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/\" rel=\"category tag\">Manufaktur<\/a><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div><div class=\"sb-small-block\"><div class=\"sb-post-item\"><div class=\"sb-post-thumb\"><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/industri-manufaktur-ri-masih-ekspansi-di-tengah-tekanan-global\/\"><div class=\"sb-thumb-container\"><img decoding=\"async\" alt=\"Industri Manufaktur RI Masih Ekspansi di Tengah Tekanan Global: Pasar Domestik Jadi Penopang, Tapi Masih Ada Subsektor yang Terkontraksi\" src=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Industri-Manufaktur-Bertahan.webp\"><\/div><\/a><\/div><div class=\"sb-post-content\"><h3 class=\"sb-post-title \"><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/industri-manufaktur-ri-masih-ekspansi-di-tengah-tekanan-global\/\">Industri Manufaktur RI Masih Ekspansi di Tengah Tekanan Global: Pasar Domestik Jadi Penopang, Tapi Masih Ada Subsektor yang Terkontraksi<\/a><\/h3><div class=\"sb-post-meta\"><span class=\"sb-post-date \"><i class=\"mdi-clock-time-four-outline\"><\/i>May 1, 2026<\/span><\/div><div class=\"sb-excerpt\"><\/div><\/div><\/div><div class=\"sb-post-item\"><div class=\"sb-post-thumb\"><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/ekspor-kawat-baja-ri-anjlok-48-dalam-5-tahun-pabrik-rp300-miliar-di-subang-ini-mulai-balik-arah\/\"><div class=\"sb-thumb-container\"><img decoding=\"async\" alt=\"Ekspor Kawat Baja RI Anjlok 48% dalam 5 Tahun. Pabrik Rp300 Miliar di Subang Ini Mulai Balik Arah.\" src=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Wamen.avif\"><\/div><\/a><\/div><div class=\"sb-post-content\"><h3 class=\"sb-post-title \"><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/ekspor-kawat-baja-ri-anjlok-48-dalam-5-tahun-pabrik-rp300-miliar-di-subang-ini-mulai-balik-arah\/\">Ekspor Kawat Baja RI Anjlok 48% dalam 5 Tahun. Pabrik Rp300 Miliar di Subang Ini Mulai Balik Arah.<\/a><\/h3><div class=\"sb-post-meta\"><span class=\"sb-post-date \"><i class=\"mdi-clock-time-four-outline\"><\/i>May 8, 2026<\/span><\/div><div class=\"sb-excerpt\"><\/div><\/div><\/div><div class=\"sb-post-item\"><div class=\"sb-post-thumb\"><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/176-kawasan-industri-98-000-hektare-dan-masalah-air-limbah-yang-selama-ini-diabaikan\/\"><div class=\"sb-thumb-container\"><img decoding=\"async\" alt=\"176 Kawasan Industri, 98.000 Hektare dan Masalah Air Limbah yang Selama Ini Diabaikan\" src=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Teknologi-Baru-Pengolahan-Air-Baku-dan-Air-Limbah.webp\"><\/div><\/a><\/div><div class=\"sb-post-content\"><h3 class=\"sb-post-title \"><a href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/176-kawasan-industri-98-000-hektare-dan-masalah-air-limbah-yang-selama-ini-diabaikan\/\">176 Kawasan Industri, 98.000 Hektare dan Masalah Air Limbah yang Selama Ini Diabaikan<\/a><\/h3><div class=\"sb-post-meta\"><span class=\"sb-post-date \"><i class=\"mdi-clock-time-four-outline\"><\/i>May 13, 2026<\/span><\/div><div class=\"sb-excerpt\"><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 22 MEI 2026, Sebuah narasi yang cukup kuat beredar di kalangan ekonom dan analis kebijakan: industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi jadi mesin utama ekonomi. Kemenperin menolak narasi itu, bukan dengan bantahan retoris, tapi dengan membongkar kesalahan metodologi di balik data yang digunakan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"sb_editor_width":"","footnotes":""},"categories":[17],"tags":[],"class_list":["post-678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-manufaktur"],"relative_dates":{"created":"3 hours ago","modified":"3 hours ago"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Teknik Jaya News\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-24T14:50:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-24T14:50:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1108\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"739\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"news_tjc\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"news_tjc\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"news_tjc\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/23d5e06f94501be337b1f29c2a2ab361\"},\"headline\":\"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.\",\"datePublished\":\"2026-05-24T14:50:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-24T14:50:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/\"},\"wordCount\":775,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/Jubir-1.webp\",\"articleSection\":[\"Manufaktur\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/\",\"name\":\"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/Jubir-1.webp\",\"datePublished\":\"2026-05-24T14:50:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-24T14:50:33+00:00\",\"description\":\"industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/Jubir-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/Jubir-1.webp\",\"width\":1108,\"height\":739,\"caption\":\"Jubir-1\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Manufaktur\",\"item\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/https:\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/manufaktur\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/\",\"name\":\"Teknik Jaya News\",\"description\":\"Berita Industri, Manufaktur, dan Engineering\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#organization\",\"name\":\"Teknik Jaya News\",\"url\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/cropped-Header-Baru.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/cropped-Header-Baru.webp\",\"width\":1310,\"height\":262,\"caption\":\"Teknik Jaya News\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/23d5e06f94501be337b1f29c2a2ab361\",\"name\":\"news_tjc\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6294151b75d9e7391d7e85f8eca54cd8dfb5f8740e6aab4aaf4dd33789b3d8cd?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6294151b75d9e7391d7e85f8eca54cd8dfb5f8740e6aab4aaf4dd33789b3d8cd?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6294151b75d9e7391d7e85f8eca54cd8dfb5f8740e6aab4aaf4dd33789b3d8cd?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"news_tjc\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/teknikjaya.co.id\\\/news\\\/author\\\/news_tjc\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.","description":"industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.","og_description":"industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi","og_url":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/","og_site_name":"Teknik Jaya News","article_published_time":"2026-05-24T14:50:22+00:00","article_modified_time":"2026-05-24T14:50:33+00:00","og_image":[{"width":1108,"height":739,"url":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"news_tjc","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"news_tjc","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/"},"author":{"name":"news_tjc","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#\/schema\/person\/23d5e06f94501be337b1f29c2a2ab361"},"headline":"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.","datePublished":"2026-05-24T14:50:22+00:00","dateModified":"2026-05-24T14:50:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/"},"wordCount":775,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1.webp","articleSection":["Manufaktur"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/","url":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/","name":"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar.","isPartOf":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1.webp","datePublished":"2026-05-24T14:50:22+00:00","dateModified":"2026-05-24T14:50:33+00:00","description":"industri manufaktur Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi dini, kontribusinya terhadap PDB menyusut, pertumbuhannya tertinggal, dan pabrik-pabrik tidak lagi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/#primaryimage","url":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1.webp","contentUrl":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Jubir-1.webp","width":1108,"height":739,"caption":"Jubir-1"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/manufaktur-ri-sedang-deindustrialisasi-data-bilang-tidak-tapi-cara-membacanya-harus-benar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Manufaktur","item":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/https:\/teknikjaya.co.id\/news\/manufaktur\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Manufaktur RI Sedang Deindustrialisasi? Data Bilang Tidak, Tapi Cara Membacanya Harus Benar."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#website","url":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/","name":"Teknik Jaya News","description":"Berita Industri, Manufaktur, dan Engineering","publisher":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#organization","name":"Teknik Jaya News","url":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cropped-Header-Baru.webp","contentUrl":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/cropped-Header-Baru.webp","width":1310,"height":262,"caption":"Teknik Jaya News"},"image":{"@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/#\/schema\/person\/23d5e06f94501be337b1f29c2a2ab361","name":"news_tjc","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6294151b75d9e7391d7e85f8eca54cd8dfb5f8740e6aab4aaf4dd33789b3d8cd?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6294151b75d9e7391d7e85f8eca54cd8dfb5f8740e6aab4aaf4dd33789b3d8cd?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6294151b75d9e7391d7e85f8eca54cd8dfb5f8740e6aab4aaf4dd33789b3d8cd?s=96&d=mm&r=g","caption":"news_tjc"},"sameAs":["https:\/\/teknikjaya.co.id\/news"],"url":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/author\/news_tjc\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=678"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/678\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":688,"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/678\/revisions\/688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/teknikjaya.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}