Fastener adalah suatu pengikat atau pengunci berupa tabung atau batang dimana permukaannya beralur heliks. Fastener ini  merupakan perangkat alat yang secara mekanik berfungsi untuk menyambung dua logam/plat menjadi satu, mengunci, atau menggabungkan dua objek tersebut secara bersamaan.

fastener adalah

Pada dasarnya, fastener adalah pengencang yang dipakai pada pembuatan sambungan tidak permanen. Seperti sambungan yang bisa dilepas ataupun dibongkar tanpa merusak komponen penyambung lainnya. Dua jenis sambungan yang bisa ‘diikat’  oleh fastener ada dua yaitu sambungan tetap adalah sambungan yang tidak bisa dibuka lagi tanpa merusak benda yang disambung seperti sambungan yang ada pas las.

Psssttt! Bahan Ini Nggak Banyak Orang Tahu! Abrasive

Sambungan lainnya yaitu sambungan tidak tetap adalah sambungan dimana pengikatnya bisa dibuka lagi tanpa merusak benda yang disambung seperti baut sekrup, pasak dan paku keling. Selain itu, dua tipe fastener lain yang diklasifikasikan diantaranya ada dua. Yaitu fastener pengencang dengan standar industri yang seragam dan fastener non konformat tipe yang tidak terikat karena dibuat sendiri dengan standar industri umum.

Klasifikasi Fastener

Menurut fungsi pemakaiannya, umumnya fastener dapat diklasifikasikan menjadi dua tipe yang berdasarkan pada cara pengencangan dan bentuk kepalanya yaitu baut ( bolt ) dan sekrup ( screw ). Di era ini kebutuhan konsumen akan banyaknya produktivitas fastener semakin melonjak, bahkan hampir seluruh bidang industri manufaktur,

baik itu perusahaan atau pun perorangan bisa memproduksinya. Jadi, fastener pun berkembang menjadi beragam macam jenis dan bentuk. Begitu pun dengan bolt dan screw. Kedua jenis fastener ini pun dikelompokkan lagi menjadi banyak bentuk sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.

fastener adalah

Baja, stainless steel dan kuningan adalah bahan dasar yang biasanya dipakai untuk pembuatan baut ( bolt ). Buat kamu yang mau coba buat bikin jenis fastener adalah jangan lupa untuk menjadikan syarat standarisasi berikut sebagai patokan ya. Thread bisa berupa coarse thread atau fine thread.

Mandrel Bubut: Jangan Diklik! Ulasan Ini Bikin Nagih Buat Dibaca!

Berbeda dengan fine thread yang pitch-nya lebih rapat, coarse thread justru memiliki pitch yang lebih lebar. Kekuatan bolt dibuat berbeda-beda. Dimulai dari yang terendah yaitu ‘grade 1’. Dan yang paling kuat adalah bolt dengan grade bernomor 8 yang mempunyai tujuh slashes ( tanda radial ) di atas head imperial bolt agar bisa dikenali (teridentifikasi).

Hex Bolt adalah jenis fastener yang paling banyak dikontribusikan pada pekerjaan konstruksi dan machinery. Sesuai dengan namanya, ciri umum yang bisa kamu lihat dari hex bolt ini memiliki kepala berbentuk segi enam (hexagonal). Penggunaannya sendiri bisa kamu gabungkan dengan nut/mur atau bisa juga kamu gunakan pada tapped hole yaitu lubang yang sudah di-tap.

Lag bolt adalah jenis baut lain dimana salah satu ujung bautnya berbentuk lancip. Mungkin hampir sama dengan konstruksi wood screw ya. Kamu bisa membedakannya dari ukuran ulir lag bolt yang lebih besar. Pada praktiknya, lag bolt lebih banyak digunakan pada pekerjaan lapangan atau landscaping.

Sejarah Fastener Adalah

Pada 1950an, setelah Jepang berhasil mengembangkan industrinya dan mulai kewalahan dalam memenuhi target pasar, dunia perindustrian pada pembuatan fastener mulai berkembang pesat. Saking banyaknya permintaan pasar, akhirnya pembuatan fastener yang awalnya diproduksi oleh Jepang pun berpindah ke Taiwan. Nah, di negara peralihannya ini, akhirnya industri fastener berhasil dibangun di Taiwan selama lebih dari enam puluh tahun sejarah pengembangannya.

fastener adalah

Lalu, pada saat perang Vietnam berlangsung, Taiwan ditugaskan untuk memasok kebutuhan fastener pengikat ke pangkalan darat Amerika Serikat yang membuat lonjakan pesanan fastener bergeser dari Jepang ke Taiwan. Dan hal ini pun yang menjadi pemicu terhadap banyaknya pertumbuhan industri di tahun-tahun berikutnya.

Kabarnya, saat ini Taiwan berhasil menduduki peringkat lima sebagai negara pemasok fastener terbesar di dunia. Disamping itu, negara dengan sebutan negeri tirai bambu–China juga sudah mampu mengembangkan beragam jenis kualitas dan standar fastener untuk menunjang industri elektronik dan industri mekanis lain yang saat ini lebih banyak membutuhkan pasokan fastener pengikat.

Bukan cuma tiga negara yang sudah disebutkan saja lho. Faktanya, saat ini Indonesia juga sudah menjadi negara berkembang yang tingkat produksi manufakturnya semakin meningkat. Hal ini bisa kamu lihat dari banyaknya konstruksi bangunan dan industri lainnya yang semakin berkembang pesat di hampir setiap sudut kota pun desa di Indonesia.