Praktek Mesin Bubut Bag. 2 – Setelah anda menyimak materi pemasangan pahat bubut, facing benda kerja, pembuatan lubang senter, membubut Lurus, dan materi lain sebelumnya. Dibawah ini adalah materi selanjutnya tentang dasar praktek mesin bubut bagian 2. Selamat membaca.

Dasar Praktek Mesin Bubut Lanjutan

13 Dasar Praktek Mesin Bubut Bag. 2
Praktek Mesin Bubut

Grooving membubut alur

13 Dasar Praktek Mesin Bubut Bag. 2

Ketika Praktek dalam mesin bubut, Grooving merupakan teknik membubut benda kerja dengan tujuan membuat alur pada bidang permukaan (luar dan dalam) atau pada bagian depannya sesuai tuntutan pekerjaan. Ketika anda membubut alur, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu :

1. Macam-macam bentuk alur

Ada tiga jenis alur, yaitu bentuk kotak, bentuk radius, dan V. Fungsi alur pada sebuah benda kerja adalah :

  • Pertama, untuk pembubutan alur pada poros lurus, berfungsi memberi space ketika benda kerja dipasangkan dengan komponen lainnya atau memberi jarak bebas pada proses penggerindaan terhadap suatu poros.
  • Kedua, untuk pembubutan alur pada ujung ulir, tujuannya agar baut atau mur dapat bergerak penuh sampai pada ujung ulir.

2. Teknik Membubut Alur

Untuk membentuk beragam bentuk alur, pahat yang dipakai diasah dahulu dengan mesin gerinda. Bentuknya disesuaikan dengan bentuk alur yang akan dibuat. Kecepatan potong pada saat pembubutan alur dianjurkan sepertiga sampai dengan setengah dari kecepatan potong bubut rata. Hal ini karena bidang potong saat teknik pengaluran relatif lebar. Dalam pemasangan pahat proses pembubutan alur, pada dasarnya sama dengan memasang pahat bubut untuk teknik pembubutan lainnya. Pahat harus setinggi senter dan kuat. Selain itu, untuk menghindari terjadinya hasil pengaluran lebarnya melebihi dari lebar pahat alurnya, pemasangan pahat harus tegak lurus terhadap sumbu mesin.

Membubut Profil (bentuk)

13 Dasar Praktek Mesin Bubut Bag. 2

Membubut Profil yaitu teknik membentuk permukaan benda kerja dengan bentuk sesuai dengan tuntutan pekerjaan adalah pekerjaan yang menyenangkan. Caranya dengan mengatur gerak pahat secara manual atau menggerakkan pahat secara otomatis dengan memakai perlengkapan bubut dan cara lainnya adalah dengan membentuk pahat bubut yang akan digunakan sesuai bentuk yang diinginkan. Pekerjaan ini memiliki keunikan tersendiri dan seni dalam prakteknya.

Pada saat mengerjakan bubut profil yang menerapkan pahat bubut bentuk, disarankan pemakanan dan kecepatan putarnya tidak boleh besar. Maksudnya adalah pendekatannya sama pada saat melakukan pembubutan alur. Dengan tujuan dapat memperkecil terjadinya beban lebih dan gesekan yang tinggi terhadap pahat.

"Jasa Bubut CNC"
Jasa Bubut CNC Terbaik

Teknik Cutting Off (memotong)

13 Dasar Praktek Mesin Bubut Bag. 2

Pekerjaan bubut cutting off ini dilakukan ketika kita ingin mencapai dua hal. Pertama, saat ingin menyelesaikan pekerjaan. Kedua, saat akan mendekatkan ukuran panjang dari benda kerja hasil teknik sebelumnya. Hal ini dilakukan dalam kondisi benda kerja tidak memungkinkan untuk dicekam pada posisi sebaliknya atau tidak dapat dipotong dengan teknik lain. Syarat umum dalam teknik ini yaitu menggunakan pahat potong yang standar geometri pemasangan benda kerjanya harus kuat dan tidak boleh terlalu tampak keluar dari rahang cekam.

  • Jika benda kerja berukuran pendek, pemasangan pahat potong harus kuat dan tidak boleh terlalu tampak keluar dari dudukannya. Gunakan putaran mesin antara 1/4 s.d 1/3 putaran normal. Bagian yang akan dipotong harus sedikit lebih lebar dibandingkan dengan lebar mata pahatnya agar pahat tidak terjepit.
  • Jika benda berukuran panjang boleh menggunakan penahan senter putar dengan catatan mengikuti langkah yang benar.

Geometri Pahat Potong

Pahat potong yang digunakan harus memiliki ukuran yang sesuai dengan ketentuan. Misalnya, untuk menghindari terjepitnya pahat saat memotong benda kerja berdiameter besar sehingga memerlukan kedalaman pemotongan yang relatif dalam. Pada kondisi ini, sebaiknya pengasahan pada sisi pahat potong dibuat mengecil ke belakang antara 1º s.d 2º.

Pemasangan Pahat Potong

Pemasangan pahat potong harus setinggi sumbu senter. Jika tidak, akan berdampak besar pada perubahan ukurannya terutama pada sudut bebas potong bagian depan. Selain itu, pemasangan terlalu tinggi dari senter dampaknya tidak akan dapat melakukan pemotongan. Hal ini dikarenakan ujung mata potongnya berubah ke atas senter. Jika terlalu rendah, pahat akan menerima gaya potong yang relatif besar sehingga rawan patah dan benda kerja terangkat ke atas.

Teknik Pemotongan

Untuk benda kerja yang panjang pemotongan diperbolehkan ditahan menggunakan senter putar. Dengan konsekuensi pemotongannya tidak boleh dilakukan sampai putus atau disisakan sebagian untuk kemudian digergaji. Pemotongan pun tidak boleh dilanjutkan dengan pahat tersebut tanpa didukung dengan senter dengan tujuan untuk menghindari terjadinya pembengkokan benda kerja. Teknik lain untuk pemotongan benda kerja yang panjang, yaitu menyokong benda kerja pada ujungnya dengan penahan benda kerja/ steady rest.

Teknik Membubut Ulir

https://www.youtube.com/watch?v=9IvWuXjCVbg

Bagian-bagian ulir

Pada Ulir ada bagian-bagian tertentu yang memiliki istilah khusus, pada bagian lingkaran ulir terdapat gang (pitch-P) dan kisar (leadL). Pengertian “gang” adalah jarak puncak ulir terdekat dan pengertian “kisar” adalah jarak puncak ulir dalam satu putaran penuh. Jika dilihat dari jumlah ulirnya, jenis ulir dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu ulir tunggal (Single thread) dan ulir ganda (Multiple thread). Disebut ulir tunggal jika dalam satu kali keliling benda kerja hanya terdapat satu alur ulir dan disebut ulir ganda jika mempunyai lebih dari satu alur ulir dalam satu keliling lingkaran.

Jika dilihat dari arahnya, jenis ulir dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu ulir kanan (right hand screw thread) dan ulir kiri (left hand screw thread). Disebut ulir kanan jika ulirannya mengarah ke kanan, dan disebut ulir kiri jika arah ulirannya mengarah ke kiri. Selain itu ulir juga memiliki kriteria nama ukuran yang lazim pada umumnya, diantaranya diameter terbesar atau nominal (mayor diameter), diameter tusuk (pitch diameter) dan diameter terkecil atau diameter kaki (minor diameter). Nama ulir bagian luar dan ulir bagian dalam dapat diamati pada. Sedangkan nama-nama bagian ulir luar secara lengkap dapat dilihat pada.

Standar Ulir Untuk Penggunaan Umum

  • Metrik V Thread Standard atau biasa disebut ulir segitiga metrik. Jenis ini salah satu jenis ulir dengan satuan milimeter (mm) dengan total sudut ulir sebesar 60º (Gambar 4.46). Di samping itu, ulir metrik ini memiliki kedalaman ulir baut (luar) 0,61P dengan radius pada dasar ulirnya 0,7 P dan kedalaman ulir murnya (dalam) 0,54 P dengan radius pada dasar ulirnya 0,07 P. Untuk operasional di lapangan, penulisan ulir metrik diberi lambang M yang disertai diameter nominal dan gang/kisar ulirnya. Misal, M 12×1,75 artinya: standar ulir metrik dengan diameter nominal 12 mm dan gang/kisarannya 1,75 mm.
  • British Standard Whitworth Thread (BSW). Jenis ulir ini merupakan salah satu jenis ulir dengan satuan inchi (1 inchi = 1 mm) dengan total sudut ulir sebesar 55º, kedalaman ulir total 0,96 P, kedalaman ulir riil 0,64 dan pada dasar dan puncak ulirnya memiliki radius 0,137 inchi. Untuk operasional di lapangan, penulisan ulir whitworth diberi lambang BSW atau W yang disertai diameter nominal dan gang/kisar ulirnya. Misalnya W 1/2×14 artinya: standar ulir whitworth dengan diameter nominal 1/2 inchi dan gang/kisarnya 14 sepanjang satu inchi.
  • British standard Fine Thread (BSF). Jenis ulir ini memiliki satuan dan profil yang sama dengan jenis ulir standar whitwhorth yaitu memiliki total sudut ulir sebesar 55º, kedalaman ulir total 0,96 P, kedalaman ulir riil 0,64 dengan dasar dan puncak ulirnya 0,1.
  • Unified National Coarse Thread (UNC). Jenis ulir ini memiliki total sudut 60º dengan kedalaman ulir baut (luar) 0,614 P dan kedalaman ulir murnya (dalam) 0,54 P (Gambar 4.49).
  • Unified National Fine Thread (UNF). Jenis ulir ini memiliki profil yang sama dengan Jenis ulir Unified National Coarse Thread (UNC), perbedaannya kisar ulir UNF lebih halus.
  • British Association Thread (BA). Jenis ulir ini bisa disebut ulir bola, yang memiliki total sudut 47,5º dengan kedalaman ulir 0,6 P dan radius pada ujung ulir memiliki radius 0,18 P (Gambar 4.50).

Standar Ulir Untuk Penerapan Transmisi Berat Dan Gerak

Pada jenis ulir ini khusus bagi transmisi yang berat kerjanya dan gerak dinamis. Berikut ini daftarnya :

  • Square Thread Form. Jenis ulir ini biasa disebut ulir segi empat, merupakan salah satu jenis ulir dengan bentuk ulirnya segi empat dengan bentuk sudut siku.
  • Acme Thread Form. Jenis ulir ini biasa disebut ulir Acme, merupakan salah satu jenis ulir yang berbentuk trapesium dan sudut ulirnya 29º dengan lebar puncak ulir 0,37 P.
  • Metrik ISO Trapezoidal Thread. Jenis ulir ini biasa disebut ulir trapesium, merupakan salah satu jenis ulir yang berbentuk trapesium dan sudut ulirnya 30º .
  • Batres Tread. Jenis ulir ini biasa disebut ulir gergaji, dan terdapat dua jenis yaitu, pertama: ulir gergaji dengan sudut total ulirnya 45º dan kedalaman ulirnya 0,75 P, kedua: ulir gergaji dengan sudut total ulirnya 50º dan kedalaman ulirnya sama yaitu 0,75 P.

Pengeboran (Drilling) dan Diameter Dalam (sodok)

Drilling dalam Pekerjaan Membubut

13 Dasar Praktek Mesin Bubut Bag. 2

Pekerjaan mengebor (Drilling) adalah pembuatan lubang dengan alat potong mata bor. Teknik ini umumnya dilakukan untuk pekerjaan lanjutan, diantaranya akan dilanjutkan untuk diproses tap, pembesaran lubang (boring), rimer, ulir dalam, dan lain-lain. Masing-masing proses tersebut memiliki ketetapan sendiri dalam menentukan diameter lubang bornya, maka dari itu di dalam menentukan diameter bor yang akan digunakan untuk proses pengeboran di mesin bubut harus mempertimbangkan beberapa kepentingan di atas. Syarat ketika melakukan pengeboran yaitu :

  • Penonjolan benda kerjanya tidak boleh terlalu panjang, dan untuk benda kerja yang berukuran panjang harus ditahan dengan penahan benda kerja (steady rest).
  • Senter kepala lepas harus disetting kelurusannya lebih dulu dengan sumbu senter spindel mesin sebagai dudukan atau pemegang benda kerja.
  • Permukaan benda kerja sebelum dibuat lubang bor harus dibuat lubang pengarah dengan bor senter.
  • Selain besarnya putaran mesin harus sesuai dengan perhitungan, arah putarannya tidak boleh terbalik (putaran mesin berlawanan jarum jam).

Membubut Diameter dalam (Sodok)

Membubut diameter dalam yaitu teknik memperbesar diameter lubang sebuah benda kerja pada mesin bubut yang sebelumnya dilakukan proses pengeboran. Jadi pembubutan ini hanya bersifat perluasan lubang atau membentuk bagian dalam benda kerja. Teknik ini biasanya dilakukan kerja finishing sebuah lubang yang presisi seperti lubang bearing, dan lain sebagainya. Pembubutan diameter dalam dapat dilakukan untuk menghasilkan diameter dalam yang lurus dan tirus. Untuk diameter lurus, pemotongannya dilakukan secara manual dan otomatis. Sedangkan untuk diameter tirus hanya dilakukan secara manual dengan menggeser eretan atas kecuali menggunakan perlengkapan tirus (taper attachment) baru dapat dilakukan pemotongan secara otomatis.

Persyaratan Pembubutan Diameter Dalam :

  • Pemasangan pahat bubut dalam harus kuat dan setinggi senter.
  • Penonjolan benda kerjanya tidak boleh terlalu panjang, dan untuk benda kerja yang berukuran panjang harus ditahan dengan penahan benda kerja (steady rest).
  • Lakukanlah pembuatan lubang awal terlebih dahulu.
  • Selain besarnya putaran mesin harus sesuai dengan perhitungan, Sesuaikan arah putaran dengan posisi mata sayat pahat dalamnya.

Pengkartelan Pada Mesin Bubut

Mengkartel adalah teknik pembuatan alur atau gigi melingkar pada bagian permukaan benda kerja dengan tujuan agar bidangnya tidak licin pada saat dipegang oleh tangan. Contohnya terdapat pada batang penarik, tangkai palu besi dan pemutar tap dan komponen lain yang memerlukan pemegangnya tidak licin. Bentuk atau profil hasil dari pengkartelan akan mengikuti jenis kartel yang dipakai. Ada yang belah ketupat, dan ada juga yang lurus tergantung gigi kartelnya.

Menentukan diameter benda kerja saat mengkartel adalah hal yg sangat penting. Sebelum dikartel, diameter benda kerja harus dikurangi lebih dulu sebesar kurang lebih 1per3 ÷ 1per2 kali kisar kartel atau D kartel = D – (1/3 x Kisar kartel). Hal ini dapat terjadi karena benda kerja akan mengembang pada saat dikartel. Dan ingat, bahwa pada saat mengkartel selalu gunakan cairan pendingin, untuk mempermudah pemotongan dan agar kartel tidak panas.

Demikian materi lanjutan Teknik Praktek Mesin Bubut bagian 2, semoga bermanfaat. Simaklah artikel – artikel lainnya di Blog CV. Teknik Jaya Component. Kunjungi halaman utama kami dibawah ini :

Leave a Reply